Jemaah Umroh Asal Karawang Belum Bisa Pulang Akibat Konflik Timur Tengah

Sejumlah jemaah haji umroh asal Karawang dikabarkan terjebak dalam konflik Timur Tengah hingga belum bisa pulang ke Indonesia.

Jemaah Umroh Asal Karawang Belum Bisa Pulang Akibat Konflik Timur Tengah
Sejumlah jemaah haji umroh asal Karawang dikabarkan terjebak dalam konflik Timur Tengah hingga belum bisa pulang ke Indonesia./INILAHKORAN-Nila Kusuma

INILAHKORAN.ID- Sejumlah jemaah haji umroh asal Karawang dikabarkan terjebak dalam konflik timur tengah hingga belum bisa pulang ke Indonesia.

Kantor Wilayah Kemeterian Haji dan Umroh Kabupaten Karawang melakukan penelusuran adanya jamaah yang terjebak lantaran perang Iran dengan Amerika dan Israel.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Karawang, Rojak mengatakan pihaknya masih terus melakukan kordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kondisi dan keselamatan jamaah asal Karawang.

Seperti kordinasi dengan Penyelenggaran Perjalanan Ibadah Umroh ( PPUI) Karawang yang memberangkatkan jemaah Karawang  dalam perjalanan umroh.

“ Kami masih menelusuri kondisi jemaah Karawang yang berangkat umroh melalui PPIU dan juga lewat Kementerian di Jakarta. Secepatnya setelah dapat kabarnya akan kami informasikan lagi.” kata Rojak, Rabu (4/3/26).

Menurut Rojak dia sudah mendengar kabar jika sejumlah jemaah asal Karawang terjebak dalam perang antara Iran dengan Amerika dan Israel hingga sulit pulang. Namun kebenaran informasi tersebut masih ditelusuri lebih dalam lagi. Namun begitu pihanya mengakui jika jemaah asal Karawang sudah ada yang tiba dan melakukan umroh di Arab Saudi. 

“Memang ada yang sedang melakukan umroh dan kemungkinan mereka belum bisa pulang bisa saja terjadi. Karena perang itu sudah melibatkan kawasan timur tengah hingga mungkin saja kawasan udara mereka tidak bisa dilalui pesawat. Namun kami masih menunggu perkembangan selanjurnya,” katanya.

Karena situasi perang masih sulit di prediksi Rojak mengimbau agar calon jemaah melakukan penundaan perjalanan umroh. Himbauan itu juga berdasarkan arahan dari Kementerian Haji dan Umroh agar jemaah menunda perjalanan. “Kami masih menunggu surat edaran resmi penundaan umroh dari kementerian,” katanya.  

Sementara Menurut Direktur Sanema Tour Karawang. Radiudin Firdaus mengatakan perang Iran melawan Amerika dan Israel berdampak bagi penyelenggaraan umroh. Yang sangat terasa sekali dialami jemaah yang menggunakan maskapai dengan rute transit di Oman atau Dubai. “ Berdampak karena ini berpengaruh terhadap jalur penerbagan internasional,” kata Rafi.

Rafiudin mengatakan jamaah yang menggunakan sistem transit harus singgah terlebih dahulu dinegara tertentu sebelum melanjutkan penerbangan ke Madinah atau Jeddah. Karena beberapa negara timur tengah juga maka jalur penerbangan ikut ditutup. “ Kondisi seperti ini yang berdampak bagi kami untuk menyesuaikan rute dan regulasi penerbangan,” katanya.

Rafiudin mengatakan untuk jamaah yang menggunakan penerbangan langsung  atau direct flight sampai saat ini masih berjalan normal. Namun begitu dia masih menunggu perkembangan karena perang masih berlanjut. “Semoga saja perang segera berakhir dan usaha kami kembali normal seperti sebelumnya,” katanya.***


Editor : JakaPermana