Jembalas Ambruk, DPRD KBB Minta Aktivitas Dihentikan Sementara

DPRD KBB meminta aktivitas di jembatan Jembalas KBB dihentikan sementara lantaran beresiko tinggi terhadap keselamatan warga.

Jembalas Ambruk, DPRD KBB Minta Aktivitas Dihentikan Sementara
Detik-detik dua pemotor terperosok akibat Jembalas atau jembatan penghubung di Bandung Barat ambruk, Minggu 2 Desember 2021.

INILAHKORAN, Ngamprah - Insiden ambruknya Jembatan Batujajar-Cihampelas (Jembalas) di  Kabupaten Bandung Barat (KBB) turut menjadi sorotan berbagai pihak termasuk DPRD KBB.

Ketua Komisi III DPRD KBB, Iwan Ridwan meminta aktivitas di Jembalas yang sempat ambruk dihentikan untuk sementara waktu.

Ia menyebut, DPRD KBB bersama dinas terkait meminta kepada pengelola Jembalas untuk mengkaji ulang kelayakan jembatan yang diresmikan belum lama ini.

"Kita rekomendasikan dihentikan dulu kegiatannya sebelum ada kajian bahwa jembatan itu bisa menjamin keamanan masyarakat," katanya, Rabu 5 Januari 2021.

Baca Juga: Terungkap, Ini Penyebab Jembalas di Bandung Barat Ambruk dan Nyaris Celakakan Pemotor

Menurutnya, keberadaan Jembalas tersebut belum layak digunakan lantaran beresiko tinggi bagi masyarakat yang melintas. Terlebih ketika debit air naik.

"Hasil dari investigasi di lapangan memang jembatan itu dengan bentangan sepanjang 514 meter dan lebar 2,5 meter di atas permukaan air beresiko cukup tinggi," tuturnya.

Ia menilai, dari sisi pengamanan pun harus lebih diperhatikan oleh pengelola. Pasalnya, risiko terjadinya kecelakaan dengan kondisi jembatan tersebut cukup riskan.

Apalagi, lanjut dia, kalau tidak ditunjang dengan safety first atau pengamanan, terlebih dengan jembatan yang terbuka.

Baca Juga: Jembalas di Bandung Barat Ambruk, Dua Pemotor Nyaris Jadi Korban, Begini Kronologinya

"Termasuk juga posisi jembatan pun naik turun dengan bantalan dari kayu," ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, pengelola pun harus menyiapkan langkah antisipatif untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dengan menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana penunjang.

"Misalkan pelampung, perahu karet, ada petugas semacam SAR yang senantiasa berjaga, juga bagaimana pengaturan lalin agar kendaraan yang melintas tidak terlalu banyak," bebernya.

Lebih jauh ia menjelaskan, berdasarkan informasi di lapangan menyebut, bahwa jembatan tersebut dibangun bukan dari swakelola masyarakat, melainkan dibangun oleh perorangan (investor).

Baca Juga: Protes Keras HUT KBB Bukan 19 Juni, Tokoh Pemekaran Ungkap Kebenarannya

Kendati demikian, keberadaan jembatan Jembalas ini juga memberikan sejumlah manfaat bagi masyarakat seperti mengurai kecamatan, memperpendek jalur antar Batujajar-Cihampelas.

"Pastilah sedikit banyak menunjang peningkatan ekonomi juga, akan tetapi yang tidak boleh dilupakan bahwa keselamatan dari masyarakat itu jadi prioritas," ujarnya.

Ia pun menegaskan, Pemda tidak bisa melakukan pembiaran terhadap kegiatan di Jembalas tersebut lantaran  harus ada kejelasan pihak yang  bertanggungjawab atas keberadaan jembatan ini.

"Kita mengimbau kepada Pemda untuk bersama-sama mencari solusi terbaik. Karena bagaimana pun juga pengguna jembatan tersebut adalah warga KBB yang berhak mendapat pelayanan dan perlindungan," tandasnya. *** (Agus Satia Negara)

 


Editor : inilahkoran