Jika Anda Sudah Merasakan 6 Hal Ini, Baiknya Istirahatlah Dulu dari Media Sosial

Media sosial telah berkembang menjadi kebutuhan mendesak bagi sebagai orang untuk membagikan atau mendapatkan sesuatu secara online. 

Jika Anda Sudah Merasakan 6 Hal Ini, Baiknya Istirahatlah Dulu dari Media Sosial
Media sosial hanyalah sebagian kecil dari seluruh hidup kita. Ada seluruh alam semesta yang layak untuk dijelajahi, dan Anda sudah berdiri di atasnya. Yang harus Anda lakukan adalah meletakkan telepon Anda, melihat ke atas, dan mulai. (Pixabay)

INILAHKORAN, Bandung - Media Sosial telah berkembang menjadi kebutuhan mendesak bagi sebagai orang untuk membagikan atau mendapatkan sesuatu secara online. 

Meskipun Media Sosial memiliki hal-hal positif seperti bertemu teman baru atau terlibat dalam topik penting. Namun, hal itu juga dapat menyebabkan depresi.

Perasaan FOMO atau Fear Of Missing Out adalah rasa takut merasa tertinggal karena tidak mengikuti aktivitas tertentu tidak dapat dihindari, ketika kita melihat orang lain menjalani kehidupan yang lebih menarik daripada kita.

Faktanya, menjauh dari Media Sosial tidak pernah merugikan siapa pun. Jika Anda merasa mendapatkan dampak negatif dari kegiatan tersebut, ada baiknya beristirahat sejenak dari Media Sosial.

Berikut beberapa alasan mengapa Anda harus istirahat dulu dari Media Sosial:

1. Anda merasa tidak punya cukup waktu.

Kita semua pernah mengalaminya, momen ketika kita merasa tidak ada waktu lagi untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah kita rencanakan. Ironisnya, hampir selalu karena kita menghabiskan begitu banyak waktu membungkuk di ponsel pintar kita untuk melihat apa yang sedang dilakukan teman kita.

Sejatinya, itu bukan sepenuhnya salahmu. Aplikasi Media Sosial dirancang untuk membuat ketagihan. Mereka telah merancangnya sehingga Anda tidak merasa menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menggulir feed.

2. Anda terlalu fokus pada kehidupan orang lain.

Media Sosial dipenuhi oleh orang-orang yang memposting tentang kesuksesan mereka, perjalanan mereka, dan acara menyenangkan yang mereka hadiri. Anda tidak dapat menyalahkan mereka, karena kita cenderung hanya menunjukkan hal-hal baik yang terjadi dalam hidup kita.

Namun, ketika kita melihat orang lain melakukannya, kita cenderung merasa cemburu atau kecewa. Penelitian bahkan telah membuktikan bahwa orang yang menghabiskan banyak waktunya di Media Sosial dilaporkan memiliki harga diri yang lebih rendah dan lebih banyak kecemasan.

3. Tujuan Anda teralihkan.

Apa pun yang menghabiskan waktu dari pekerjaan kita, baik itu Media Sosial atau bukan, hanyalah gangguan yang tidak akan berkontribusi untuk mencapai tujuan kita.

4. Melanggar batasan kita.

Setiap kali memposting sesuatu tentang diri kita, kita seolah menempatkan diri di bawah pengawasan siapa pun yang melihat profil kita. Ruang pribadi kita dapat diserang oleh hal-hal negatif ketika kita menghabiskan terlalu banyak waktu di Media Sosial.

Dengan beristirahat dari Media Sosial, kita menetapkan batasan yang lebih sehat. Ingatlah bahwa kita selalu memiliki kendali atas apa yang kita sambut dan bagikan dari hidup kita.

5. Menjadi cara utama Anda bersosialisasi.

Tentu, Media Sosial memberi kita kemudahan berkirim pesan, panggilan video, dan bertemu orang baru melalui internet. Namun, sebenarnya, hubungan apa pun membutuhkan lebih dari sekadar panggilan dan obrolan sesekali.

Interaksi ini bisa sangat dangkal, dan berpotensi membuat kita merasa lebih sendirian daripada yang sebenarnya.

6. Anda melupakan diri sendiri.

Anda akan tahu bahwa Anda tidak berdamai dengan diri sendiri ketika Anda tiba-tiba merasa perlu membuka Media Sosial untuk melihat apa yang sedang dilakukan orang lain.

Tidak ada yang salah dengan itu, tetapi jika itu menjadi sesuatu yang mengalihkan perhatian kita dari kenyamanan merawat diri kita di kehidupan nyata, itu menjadi kebiasaan yang tidak sehat.

Kesimpulan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Media Sosial bisa menjadi hal yang baik bagi kita jika digunakan untuk berbagi ide dan pemikiran dengan orang yang kita cintai. Namun, benar juga bahwa hal itu telah menjadi gangguan dari hal-hal nyata yang penting, seperti produktivitas, hubungan, dan kesehatan mental kita.

Detoksifikasi digital adalah jawaban untuk semua masalah ini. Ketika kita membatasi waktu yang kita habiskan untuk di Media Sosial, kita akan memiliki lebih banyak waktu untuk diri kita sendiri, orang lain, dan hal-hal yang membuat kita benar-benar bahagia.

Media Sosial hanyalah sebagian kecil dari seluruh hidup kita. Ada seluruh alam semesta yang layak untuk dijelajahi, dan Anda sudah berdiri di atasnya. Yang harus Anda lakukan adalah meletakkan telepon Anda, melihat ke atas, dan mulai.*** (ridwan firdaus)


Editor : Doni Ramdhani