Kabut Asap Mengusik Belajar
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Penajam - Pagi di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, tidak selalu datang bersama udara yang jernih. Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah, terutama pada pagi hari, sebelum perlahan menipis ketika angin mulai bergerak.
Di tengah kondisi itu, aktivitas sekolah ikut menjadi perhatian. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara kini mengkaji dua kemungkinan: tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan kewajiban menggunakan masker atau mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke rumah.
Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar mengatakan kabut asap di Sepaku biasanya cukup tebal pada pagi hari dan berangsur membaik setelah terbawa angin.
"Kabut asap di wilayah Sepaku terjadi di pagi hari tebal dan kembali berangsur membaik karena terbawa angin," ujar Tohar ketika ditanya mengenai pemantauan kualitas udara di Penajam, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (22/9).
Dua pilihan tersebut masih dibahas bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga serta Dinas Kesehatan. Keputusan akan mempertimbangkan kondisi udara sekaligus risiko kesehatan yang mungkin muncul bagi peserta didik.
Di balik pertimbangan mengenai sekolah, kualitas udara menjadi persoalan yang lebih luas. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan untuk melihat perubahan kondisi udara di berbagai wilayah sekaligus mengantisipasi dampaknya terhadap masyarakat.
Petugas memantau kualitas udara, baik di luar maupun di dalam ruangan. Langkah tersebut dilakukan menyusul munculnya kabut asap di sejumlah wilayah akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi pada musim kemarau.
Hasil pengukuran menunjukkan kondisi yang berbeda antarwilayah. Kecamatan Sepaku berada dalam kategori tidak sehat. Kecamatan Penajam dan Babulu berada pada kategori sedang, sementara Kecamatan Waru masih berada dalam kategori baik.
"Kabut asap mengakibatkan kualitas udara menurun dan berpotensi mengakibatkan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)," kata Tohar. (gin)
Editor : Inilahkoran

