Kala Indonesia Raya Bergema di Seantero Kota Bandung

Aksi bertajuk Tiga Menit Untuk Indonesia berupap aksi penghormatan para pengguna jalan di simpang lima Jalan Asia Afrika dan perempatan Jalan Ir. H. Djuanda - Pasupati (Cikapayang) pada pukul 10.17 WIB, menjadi pembeda perayaan HUT Kemerdekaan di Kota Bandung.

Kala Indonesia Raya Bergema di Seantero Kota Bandung
Aksi bertajuk Tiga Menit Untuk Indonesia berupap aksi penghormatan para pengguna jalan di simpang lima Jalan Asia Afrika dan perempatan Jalan Ir. H. Djuanda - Pasupati (Cikapayang) pada pukul 10.17 WIB, menjadi pembeda perayaan HUT Kemerdekaan di Kota Bandung.

INILAHKORAN,- Bandung- Tak hanya kental dengan nilai-nilai perjuangannya, Kota Bandung pun mampu menyuguhkan nuansa berbeda di setiap perayaan HUT Proklamasi. Salah satunya di momen kegiatan detik-detik Proklamasi yang dikenal dengan Aksi Tiga Menit Untuk Indonesia.

Kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin sejak tahun 2020 lalu, kini menjadi pembeda peringatan detik-detik proklamasi dengan daerah lain. Bahkan di tahun 2024, aksi Tiga Menit Untuk Indonesia melibatkan berbagai kalangan mulai dari Bakesbangpol Kota Bandung, Dishub Kota Bandung, Satlantas Polrestabes Bandung, Diskar PB, Diskominfo, Bagian Perekeonomian, 
Organisasi Masyarakat, Forum Club Motor Indonesia, Merah Putih Hitam Community, Bogalakon Nusantara, Sundawani, Outsiders dan Poros Indonesia.

Kegiatannya dipusatkan di dua titik, yakni simpang lima Jalan Asia Afrika dan perempatan Jalan Ir. H. Djuanda - Pasupati (Cikapayang) pada pukul 10.17 WIB.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Asep Koswara menyebut, 'Tiga Menit Untuk Indonesia' merupakan momentum penghargaan kepada para pahlawan di Hari Kemerdekaan RI. Ada pun pemilihan dua lokasi ini karena kawasan ini sangat strategis. "Kami lihat antusiasme masyarakat cukup tinggi. Kami akan upayakan aksi ini terus ada tiap tahunnya, dan tahun depan mungkin akan berlangsung di lebih banyak titik," ucapnya.

Sejumlah komunitas pun tampak hadir pada aksi tersebut, antara lain komunitas Supermoto dan Federal Bandung Indonesia. Ratusan pengendara roda empat dan roda dua juga tampak semringah merayakan kemerdekaan Indonesia.

Ferial (27), tampak asyik mengendarai motor klasik Honda CB-100. Warga Kecamatan Regol ini mengaku senang dapat menjadi bagian dari 'Tiga Menit Untuk Indonesia'. Baginya, ini merupakan kali kedua ia bersama teman-temannya ikut serta. "Sudah tahu ada aksi ini dari waktu pandemi. Waktu itu sih lihat di Instagram aja dan berita-berita. Tahun 2023 kemarin, baru saya ikutan. Tahun ini juga sengaja lewat ke sini, karena pengin tau, pengin ikut seru-seruan," ujarnya.

Ia tak sendirian, melainkan bersama sejumlah temannya. Fachri (24), yang satu rombongan bersamanya juga mengaku semringah merayakan kemerdekaan Indonesia. "Memang sih agak macet ya. Tapi, kayaknya enggak ada salahnya atuh ngeluangin waktu sebentar di hari yang bisa dibilang spesial mah. Merdeka!" serunya, sembari mengepalkan tangan.

Di kawasan Cikapayang Dago, sekitar  15 orang personel dari Mako Pusat Dinas Kebakaran dan Penanggulanan Bencana Kota Bandung ikut andil. Sementara itu, 4 orang diantaranya mengibarkan bendera Merah Putih. Para pengguna kendaraan bermotor, pejalan kaki, hingga warga sekitar  berhenti sejenak mengikuti 3 Menit untuk Indonesia.

Warga dari kalangan semua tumpah ruah. Tampak wajah bersemangat dan kebahagiaan dari wajah para peserta.

Salah satu komunitas yang menghadiri kegiatan ini yaitu Cinta Budaya Nusantara (CBN). Ketua CBN, Melosari merasa bangga mengikuti kegiatan tersebut. "Ini menakjubkan, saya bangga karena ini penting untuk membangun rasa nasionalisme bangsa," ungkapnya.

Ia berharap semua warga Indonesia mampu mencintai Indonesia seutuhnya. Mulai dari darah, daging hingga tulang, harus ditanamkan sejak dini. "Harapannya  semuanya mencintai Indonesia mulai darah, daging dan tulangganya," tuturnya.

Peserta lainnya, Fadlin (38) warga asal Gegerkalong ini menyambut baik kegiatan 3 menit untuk Indonesia. "Kegiatannya mengesankan dan menarik, apalagi pas pengibaran bendera Merah Putih itu luar biasa," tuturnya. 

Tak hanya masyarakat umum, aksi Tiga Menit Untuk Indonesia juga dilakukan Operator ATCS Dinas Perhubungan Kota Bandung, Abdullah Putra Gandara menyampaikan, ‘3 Menit untuk Indonesia’ ingin mengajak seluruh masyarakat untuk sejenak menghentikan aktivitas dan bersama-sama memberikan penghormatan kepada negara dengan penuh rasa cinta tanah air. "Pengumandangan lagu Indonesia Raya ini dilakukan secara serentak, dan diharapkan menjadi momen kebanggaan nasional. Acara ini mendapatkan antusias masyarakat Kota Bandung," katanya.

Lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan di sejumlah titik strategis di Kota Bandung, di antaranya Simpang Lima, Persimpangan Cikapayang, Persimpangan Paskal, Persimpangan Telkom, dan Persimpangan Samsat.

Selama tiga menit, seluruh aktivitas kendaraan dan pejalan kaki di lokasi tersebut akan dihentikan sementara untuk memberikan ruang bagi masyarakat menghormati pengibaran bendera merah putih.

Pj Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengatakan Peringatan 79 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi momentum menguatkan optimisme dengan kemampuan bekerja keras dan semangat bergotong-royong. Sebagaimana semangat persatuan dan kesatuan para pahlawan saat merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

"Nusantara baru Indonesia maju adalah wajah optimisme bangsa Indonesia khususnya warga. optimisme ini pernah kita buktikan saat menghadapi berbagai tantangan seperti pada peristiwa Bandung Lautan Api 1946, memperjuangkan hak-hak negara yang terjajah pada Konferensi Asia Afrika 1955 dan menuntaskan pandemi Covid 19 beberapa waktu lalu," ungkapnya.

Bambang menyebut optimisme ini juga bisa membuat pertumbuhan ekonomi Kota Bandung tumbuh sebesar 5,07 persen pada tahun 2023. Lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Nasional yang mencapai 5,05 persen serta lebih baik dibandingkan Provinsi Jawa Barat sebesar 5 persen.

Begitu pula Indeks Pembangunan Manusia tahun 2023 tumbuh sebesar 83,29 poin, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2022 sebesar 82,52 poin. Tingkat kemiskinan pun berkurang dalam tiga tahun terakhir ini yakni 3,96 persen tahun 2023, 4,25 persen tahun 2022 dan 4,37 persen tahun 2021. "Kita patut bersyukur berbagai prestasi yang diraih pada periode 2018 hingga hari ini, lebih dari 453 penghargaan dari berbagai level baik regional, nasional dan internasional," ujarnya.

Menurut Bambang, nilai-nilai perjuangan dan optimisme ini pula yang harus menjadi identitas saat menghadapi Pilkada Serentak pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Walikota dan Wakil Walikota pada 27 November 2024 yang akan datang.***


Editor : Ghiok Riswoto