Kalah Jauh dengan Kota, PDRB Kabupaten Cirebon Baru Rp. 40 juta Per Tahun
Tahun ini saja, PDRB Kabupaten Cirebon hanya berada pada kisaran angka Rp. 40 juta per tahunnya. Sementara tahun lalu saja, PDRB Kota Cirebon sudah tembus diangka sekitar Rp. 72 juta lebih.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Cirebon, saat ini masih kalah jauh dengan PDRB Kota Cirebon.
Tahun ini saja, PDRB Kabupaten Cirebon hanya berada pada kisaran angka Rp. 40 juta per tahunnya. Sementara tahun lalu saja, PDRB Kota Cirebon sudah tembus diangka sekitar Rp. 72 juta lebih.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Mohamad Luthfi, Minggu 20 agustus 2023. Dia menilai, padahal dari segi kewilayahan, Kota Cirebon merupakan kota terkecil di Jawa Barat namun kota terpadat dari segi kependudukan. Artinya, terjadi perbedaan yang cukup tinggi antara PDRB kota dan Kabupaten Cirebon.
"Mirisnya lagi, pendapatan per kapita Kabupaten Cirebon ternyata masih dibawah pendapatan per kapita Provinsi Jabar apalagi pada tingkat nasional," kata Luthfi.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi menjadi keniscayaan yang harus dilakukan pemerintah. Ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang disampaikan pada saat pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-78 Republik beberapa waktu lalu. Untuk itu, ekosistem pertumbuhan ekonomi melalui program hilirisasi, harus berjalan di semua daerah.
"Termasuk Kabupaten Cirebon. Saat ini harusnya menjadi target, dampak yang ingin dicapai pada sepuluh tahun kedepan. Apakah akan terjadi peningkatan per kapita atau tidak," ungkapnya.
Luthfi menyebutkan, karena perbedaan PDRB Kabupaten Cirebon terlalu kecil, maka diperlukan langkah langkah strategis supaya ada kenaikan PDRB yang signifikan. Dia meyakini, di Kabupaten Cirebon banyak program-program prioritas dan strategis, kurang maksimal. Untuk itu, Pemkab Cirebon harus berupaya bagaimana dalam waktu 5 sampai 10 tahun kedepan bisa dimaksimalkan.
"Ini kan untuk memastikan, bahwa nantinya Kabupaten Cirebon bisa sejajar dengan rata-rata pendapatan per kapita nasional. Jangankan tingkat nasional, dengan Kota Cirebon saja terpaut jauh," ucapnya.
Luthfi berasumsi, proses hilirisasi bukan hanya dari sumber daya alam dalam bentuk mineral. Namun, bisa lewat non mineral. Sektor kelautan, pertanian dan perikanan menjadi sektor yang sangat penting. Dia melihat, kalau saja dua sektor ini dilakukan hilirisasi, maka PDRB Kabupaten Cirebon bisa naik.
"Pendapatan per kapita nasional hari ini kan sebesar Rp.77 juta per tahun. Jokowi sendiri menargetkan untuk 10 tahun kedepan pendapatan per kapita nasional menjadi Rp153 juta per tahunnya. Nah tinggal bagaimana Kabupaten Cirebon melakukan upaya yang sama dengan memaksimalkan potensi yang ada," paparnya.
Dirinya menambahkan, Pemkab Cirebon juga harus melaksanakan amanat presiden lainnya. Salah satunya, memastikan perputaran perekonomian saat ini, agar terus berkelanjutan. Untuk itu, pihaknya ingin memasukan amanat tersebut kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), untuk pembangunan 5 tahun kedepan.
"Potensi Kabupaten Cirebon itu sangat luar biasa. Saya yakin kita bisa meningkatkan PDRB dan kedepannya kita harus yakin, mampu memaksimalkan semua potensi yang ada," tukasnya. (maman suharman)
Editor : Ahmad Sayuti


