Kartini Pesisir Jawa, Jaga Kemandirian Perekonomian Warga Pedesaan

Para kartini yang termasuk nasabah PNM bekerja keras membangun ekonomi dari makanan olahan untuk meningkatkan perekonomian warga

Kartini Pesisir Jawa, Jaga Kemandirian Perekonomian Warga Pedesaan
Para Kartini di pesisir Jawa tengah membuat makanan olahan demi meningkatkan taraf ekonomi warga.

INILAHKORAN.ID - Peringatan Hari Kartini tidak lagi dimaknai sebatas simbol emansipasi perempuan, tetapi juga sebagai refleksi atas ketangguhan, keberanian berpikir terbuka, dan semangat pantang menyerah di tengah keterbatasan. 

#PNMuntukUMKM #PNMPemberdayaanUMKM Nilai-nilai tersebut hari ini hidup dalam langkah perempuan-perempuan yang terus berusaha, termasuk mereka yang berada di wilayah pesisir.

Salah satu kisah itu datang dari Eko Purwanti, nasabah PNM Cabang Pati, yang mengembangkan usaha rengginang hasil olahan laut serta catering. 

Dari usaha sederhana, ia tidak hanya berupaya menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. 

Dalam kesehariannya, ia turut aktif dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian gizi, sekaligus memberdayakan ibu-ibu di wilayah pesisir untuk bersama-sama memproduksi rengginang olahan laut.

“Saya berharap usaha ini bisa terus berjalan. Bukan hanya untuk menghidupi keluarga saya, tapi juga supaya ibu-ibu di sekitar saya bisa ikut merasakan punya penghasilan, pelan-pelan kita saling menguatkan, semangat bersama dalam klasterisasi hasil olahan laut dan mau maju bersama." ujar dia, dalam rilis yang diterima wartawan, Rabu (22/4/2026).

Semangatnya mencerminkan nilai Kartini masa kini. Dalam keterbatasan, ia tetap melangkah dan membuka ruang bagi perempuan lain untuk tumbuh bersama. Bagi banyak orang di sekitarnya, ia bukan hanya pengusaha, tetapi juga penggerak yang menghadirkan perubahan nyata di lingkungannya. 

Terutama melalui pendekatan klasterisasi usaha hasil olahan laut yang menguatkan kebersamaan dan mendorong pertumbuhan bersama.

Melalui pendekatan pemberdayaan berbasis tiga modal, yakni intelektual melalui pelatihan usaha, finansial melalui akses pembiayaan, serta sosial melalui penguatan kelompok, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus mendampingi perempuan agar dapat berkembang secara berkelanjutan. 

Hingga saat ini, PNM telah melayani lebih dari 22,9 juta nasabah perempuan di seluruh Indonesia.

Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa upaya pemberdayaan di wilayah pesisir menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas. “Kami hadir mendampingi ibu-ibu di pesisir untuk tumbuh dan berdaya. Melalui hasil olahan laut, mereka tidak hanya berdaya secara ekonomi, namun juga memberdayakan sesama dan tumbuh bersama,” ujar Dodot.


Editor : Ahmad Sayuti