Kasus Aktif Covid-19 Naik, BOR RS di Garut Turut Naik

Naiknya kasus Covid-19 di Kabupaten Garut berimbas tingkat keterisian tempat tidur atau Board Occuvancy Rate (BOR) ikut naik.

Kasus Aktif  Covid-19 Naik, BOR RS di Garut Turut Naik
Tingkat BOR di RSUD Dr Slamet Garut meningkat seiring naiknya kasus aktif Covid-19 beberapa hari terakhir di Garut.

INILAHKORAN, Garut - Naiknya kasus Covid-19 di Kabupaten Garut dalam beberapa hari terakhir, tingkat keterisian tempat tidur atau Board Occuvancy Rate (BOR)  pasien kasus Covid-19 di rumah sakit Garut juga mengalami kenaikan.

Kendati, pasien kasus Covid-19 dirawat di rumah sakit, tidak semuanya terkonfirmasi positif melainkan juga terdapat yang berstatus suspek.

Banyaknya mereka yang dirawat di rumah sakit mengindikasikan bertambahnya pasien kasus Covid-19 bergejala sedang atau berat. Sebab mereka yang bergejala ringan biasanya cukup menjalani isolasi mandiri.

Baca Juga: Naik Lagi! Jumlah Positif Covid-19 di Kabupaten Garut Bertambah Menjadi 13 Kasus

Sempat mengalami titik terendah BOR pasien kasus Covid-19 h‌ingga 1,1 persen pada akhir Oktober 2021, BOR di rumah sakit di Kabupaten Garut kembali naik menjadi sebesar 6,96 persen per 19 Desember 2021.

Kepala Dinas Kominfo Garut Muksin menyebutkan, dari sebanyak 115 unit tempat tidur tersedia di sebanyak tujuh rumah sakit rujukan perawatan kasus Covid-19 di Garut per 19 Desember 2021 sebanyak delapan unit tempat tidur di antaranya terisi.

Sebanyak empat unit (10,81 persen) di antaranya di RS Umum Daerah dr Slamet Garut yang menyediakan sebanyak 37 unit, sebanyak dua unit (6,45 persen) di RS Umum Daeah Pameungpeuk yang menyediakan sebanyak 31 unit, dan sebanyak dua unit (13,33 persen) di RS Umum Nurhayati Garut yang menyediakan sebanyak 15 unit.

Baca Juga: Nataru, Warga Garut Diminta Kurangi Mobiliitas dan Jaga Prokes

”Sedangkan di empat rumah sakit lainnya tidak ada pasien kasus Covid-19 yang dirawat. Yakni RS Umum Tk IV Guntur, RS Umum Annisa Queen, RS Umum Intan Husada, dan RS Medina. Total tempat tidur tersedia di empat rumah sakit tersebut mencapai sebanyak 32 unit,” ujarnya.

Di dua lokasi tempat perawatan isolasi kasus Covid-19 lainnya juga tak ada pasien kasus Covid-19 dirawat. Yakni Rusunawa Gandasari yang menyediakan sebanyak seratus unit tempat tidur, dan Islamic Center Garut yang menyediakan sebanyak 64 unit.

Data Satgas Covid-19 menunjukkan, hingga 19 Desember 2021, kasus aktif Covid-19 di Garut mencapai sebanyak 13 kasus. Dari jumlah tersebut, hanya sebanyak dua kasus di antaranya dirawat di rumah sakit. Sedangkan selebihnya sebelas kasus lainnya menjalani isolasi mandiri. (Zainul Mukhtar)


Editor : inilahkoran