Kasus Covid-19 di Garut Turun, Warga Diimbau Jaga Protokol Kesehatan

Meskipun kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Garut terus menurun, dan tersisa sebanyak 20 kasus. Masyarakat menjaga protokol kesehatan

Kasus Covid-19 di Garut Turun, Warga Diimbau Jaga Protokol Kesehatan
Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Garut

INILAHKORAN, Garut-Meskipun kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Garut terus menurun, dan tersisa sebanyak 20 kasus. Masyarakat diserukan tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes) untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Juga, agar semua bergotong royong membentuk kekebalan tubuh demi memutus rantai penularan Covid-19 dengan cara ikut vaksinasi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut Muksin, Jum'at (15/10/2021).

Baca Juga: Pola Pangan di Garut Masih Rendah, Ini Langkah Dinas Ketahanan Pangan

Menurutnya, kendati tak ada yang mengetahui kapan pandemi Covid-19 akan berakhir, pandemi bisa cepat selesai kalau semua pihak bergotong royong dengan membentengi diri atau memperkuat diri dengan cara ikut vaksinasi Covid-19.

"Jadi, vaksin itu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita dari Covid-19. Kita semua perlu bekerja sama, bergotong royong. Minimalnya ada satu kesadaran setelah divaksin itu artinya kita sudah menjaga diri, menjaga keluarga, menjaga lingkungan sekitar," ujarnya.

Muksin yang juga Koordinator Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut menuturkan, kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Garut per 14 Oktober 2021 kembali turun menjadi sebanyak 20 kasus.

Baca Juga: Alhamdulillah... BOR Pasien Covid-19 di RS di Garut Tersisa 4,78 Persen

Sebanyak tujuh kasus di antaranya dalam isolasi perawatan rumah sakit, dan selebihnya 13 kasus menjalani perawatan isolasi mandiri.

Dua hari sebelumnya, kasus aktif Covid-19 di Garut sempat mencapai 25 kasus, dan pada hari berikutnya turun lagi menjadi sebanyak 21 kasus.
Kasus aktif adalah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani perawatan. Jumlah kasus diperoleh dari akumulasi pasien positif dikurangi akumulasi pasien sembuh dan meninggal dunia.

Baca Juga: Di Garut, Masih Ada 10 Ribu Anak Stunting yang Tersebar di 42 Kecamatan

Disebutkan, sejak kasus Covid-19 terdeteksi, akumulasi pasien positif Covid-19 di Garut sendiri kini mencapai sebanyak 24.711 orang.
Ada penambahan volume harian kasus baru pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak tiga orang dari hasil pemeriksaan RT PCR.

Ketiganya, yakni perempuan (KC-24709) berusia 32 tahun dari Kecamatan Cikelet, laki-laki (KC-24710) berusia dua tahun dari Kecamatan Cilawu, dan perempuan (KC-24711) berusia 45 tahun dari Kecamatan Cilawu.

Baca Juga: Tetap Waspada, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Naik Kembali jadi 25 Orang

Kasus pasien positif Covid-19 selesai masa pemantauan isolasinya juga bertambah sebanyak empat orang. Keempatnya perempuan, yakni KC=24690 berusia (23 tahun) dari Kecamatan Banyuresmi, KC-24686 A berusia 34 tahun dari Kecamatan Garut Kota, KC-24687 berusia 58 tahun dari Kecamatan, dan Kc-24688 A berusia 59 tahun dari Kecamatan Pakenjeng.

Dengan demikian, akumulasi pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 bertambah menjadi sebanyak 23.520 orang. Persentasenya mencapai sekitar 95,18 persen dari total pasien positif Covid-19 sebanyak 24.711 orang.

Baca Juga: Ngaku Dirampok Rp1,3 M, Wanita Garut Ini Ternyata Hindari Penagih Utang, Kini Jadi Tersangka Sudah
Tak ada penambahan kasus pasien positif Covid-19 meninggal dunia.

Akumulasi pasien terpapar Covid-19 meninggal dunia tetap seperti sebelumnya mencapai sebanyak 1.171 orang. Atau, sekitar 4,74 persen dari total pasien positif sebanyak 24.711 orang.***(zainulmukhtar)


Editor : inilahkoran