Kasus Covid-19 Terus Bertambah, BOR Rumah Sakit di Garut Capai 41 Persen

Terus naiknya kasus Covid-19 di Kabupaten Garut berimbas pada tingkat keterisian tempat tidur atau BOR yang kini mencapai 41 persen

Kasus Covid-19 Terus Bertambah, BOR Rumah Sakit di Garut Capai 41 Persen
BOR RS di Kabupaten Garut mencapai 41 persen lebih seiring terus naiknya kasus Positif Covid-19.

INILAHKORAN, Garut – Tingkat keterisian tempat tidur atau BOR Covid-19 rumah sakit di Kabupaten Garut  terus meningkat.

Peningkatan terjadi seiring dengan terus naiknya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut. BOR rumah sakit di Kabupaten Garut saat ini mencapai 31 persen lebih.

Hingga Selasa 22 Februari 2022 saja, BOR di tujuh RS rujukan perawatan kasus Covid-19 di Garut kini mencapai sebesar 41,80 persen, atau sebanyak 186 unit tempat tidur terisi dari total tempat tidur tersedia sebanyak 449 unit.

Baca Juga: Menuju Bank Hybrid Andal, bank bjb Gandeng Entitas IT Kelas Dunia

Padahal volume harian kasus Covid-19 berstatus konfirmasi positif maupun suspek masih terus bertambah dengan jumlah di atas seratus kasus, terpaut jauh dari rata-rata penambahan kasus pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dikatakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Garut Muksin, per 21 Februari 2022, dari sebanyak 449 unit tempat tidur tersedia di tujuh rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di Garut, pasien kasus Covid-19 dalam isolasi perawatan rumah mum Tk IV Guntur yang mencapai 72 kasus (81,82 persen) dari jumlah tempat tidur tersedia sebanyak 88 unit.

RS kedua terbanyak merawat pasien kasus Covid-19 yakni RS Umum Daerah dr Slamet Garut dengan jumlah pasien sebanyak 50 (36,67 persen) pasien dari total tempat tidur tersedia sebanyak 150 unit, disusul RS Umum Nurhayati yang merawat sebanyak 23 pasien kasus Covid-19 (85,19 persen) dari total tempat tidur tersedia sebanyak 31 unit.

Baca Juga: Ngatiyana: Underpass Sriwijaya Solusi Kemacetan Lalu Lintas di Cimahi

Lalu RS Medina dengan jumlah pasien dirawat sebanyak 14 orang (70 persen) dari total tempat tidur tersedia sebanyak 20 unit, RS Umum Annisa Queen merawat sebanyak 13 pasien (32,50 persen) dari total tempat tidur tersedia sebanyak 40 unit, dan RS Umum Daerah Pameungpeuk Provinsi Jawa Barat yang merawat sebanyak sembilan pasien dari total tempat tidur tersedia sebanyak seratus unit.

Sedangkan di RS Umum Intan Husada yang menyediakan sebanyak 20 unit tempat tidur, tidak ada pasien kasus Covid-19 dirawat (nol persen).

Selain di ketujuh rumah sakit, BOR di tempat isolasi terpusat juga meningkat menjadi sebesar 67,69 persen, atau sebanyak 199 tempat tidur terisi pasien kasus Covid-19 dari total tempat tidur tersedia sebanyak 294 unit di tiga tempat isoter.

Baca Juga: Mengenal Sosok Raia Jingga Aliifa, SIswi SMAN 3 Bandung Yang Memiliki Segudang Prestasi

Rusunawa Gandasari menjadi isoter merawat pasien kasus Covid-19 terbanyak dengan jumlah mencapai 140 orang (70 persen) dari total tempat tidur disediakan sebanyak 200 unit, disusul Islamic Center Garut yang merawat sebanyak 55 pasien (85,94 persen) dari total tempat tidur tersedia sebanyak 64 unit. 

Sedangkan isoter di Karangsari Caringin selatan Garut merawat sebanyak empat pasien (13,33 persen) dari total tempat tidur tersedia sebanyak 20 unit.

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut menunjukkan, per 22 Februari 2022, angka kasus aktif Covid-19 di Garut mencapai sebanyak 1.863 kasus dengan penambahan volume harian kasus baru konfirmasi positif sebanyak 236 orang, kasus pasien dinyatakan sembuh sebanyak 66 orang, dan kasus pasien positif meninggal dunia sebanyak satu orang.

Dari total 1.863 kasus aktif Covid-19 itu, sebanyak 186 kasus di antaranya masih dalam isolasi perawatan rumah sakit, dan sebanyak 1.508 kasus dalam isolasi perawatan secara mandiri. (zainulmukhtar)


Editor : inilahkoran