Kasus Penganiayaan di Kuningan, DPP AL-Jabar Cirebon Merasa dicemarkan

DPP LPKSM Al-Jabbar merasa dicermarkan nama baiknya, karena pelaku penganiayaan mengaku  Al-Jabbar Kabupaten Kuningan.

Kasus Penganiayaan di Kuningan, DPP AL-Jabar Cirebon Merasa dicemarkan
DPP LPKSM Al-Jabbar merasa dicermarkan nama baiknya, karena pelaku penganiayaan mengaku  Al-Jabbar Kabupaten Kuningan.

INILAHKORAN, Cirebon - Adanya penganiayaan salah seorang yang kabarnya berprofesi sebagai jurnalis Kabupaten Kuningan beberapa waktu lalu, membuat DPP LPKSM Al-Jabbar yang berpusat di Cirebon, meradang.

DPP LPKSM Al-Jabbar merasa dicermarkan nama baiknya, karena pelaku penganiayaan mengaku  Al-Jabbar Kabupaten Kuningan. Berita yang sudah viral tersebut, mau tidak mau mencoreng nama Al-Jabbar dan bisa diasumsikan sebagai Ormas preman.

"Kami merasa dirugikan dengan adanya kejadian di Kabupaten Kuningan. Dimana ada orang yang mengaku anggota Al-Jabbar, lalu menganiaya salah seorang jurnalis Kuningan. Kami tidak mau ikut campur masalahnya, tapi Al-Jabbar kuningan sudah tidak ada lagi," aku Ketua DPP LPKSM Al-Jabbar Cirebon, Arya Wijaya, Minggu 8 Juni 2025.

Arya menjelaskan, sejak tanggal 9 Oktober 2024, pihaknya sudah membekukan Al-Jabbar Kabupaten Kuningan. Alasannya kinerja mereka sudah melenceng dari AD/ART organisasi yang sudah di tetapkan. Hal itu sudah disetuju dewan syuro Al-Jabbar sebagai lembaga perlindungan konsumen.

"Sudah hampir satu tahun Al-Jabbar kuningan sudah kami bekukan. Ini karena kinerja mereka dilapangan kurang baik. Kami ini ormas yang bekerja dalam perlindungan konsumen bukan ormas preman yang tiba tiba mukulin orang. Organisasi kami juga resmi," aku Arya.

Arya mengaku, akan melaporkan oknum-oknum yang mengaku anggota Al-Jabbar yang ada di Kuningan. Tentunya yang melakukan penganiayaan kepada salah seorang jurnalis kuningan. Bukan ikut campur dan bukan membela korban, tapi lebih kepada tidak terimanya nama Al-Jabbar di bawa bawa.

"Kalau memang para pelaku anggota kami asli, tentu kami akan beri sanksi. Tapi mereka hanya membawa nama organisasi Al-Jabbar dan jelas ini merusak nama organisasi kami," ucapnya.

Arya menambahkan, dengan peristiwa tersebut pihaknya dihubungi banyak pihak untuk mengklarifikasi kebenarannya. Bahkan ada juga yang menilai, Al-Jabbar adalah ormas yang arogan dan bekerja tidak sesuai tufoksinya yaitu sebagai organisasi yang bergerak dalam perlindungan konsumen.

"Kita sudah siapkan tim untuk segera melaporkan orang-orang yang mengaku anggota Al-Jabbar. Beritanya sudah viral, apalagi disitu disebutkan anggota Al-Jabbar aniaya wartawan. Kalau begini, rusak dong nama kami," tukasnya.***


Editor : Bsafaat