Kasus Subang Pembunuhan Ibu dan anak Belum Juga Terungkap
Setahun setengah lebih, kasus kematian ibu dan anak di Kabupaten Subang, yakni Tuti Suhartini (55)dan Amalia Mustika Ratu (22) belum juga terungkap.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Setahun setengah lebih, kasus kematian ibu dan anak di Kabupaten subang, yakni Tuti Suhartini (55)dan Amalia Mustika Ratu (22) belum juga terungkap.
Sebagai pengingat ibu dan anak itu ditemukan tewas di dalam sebuah mobil di garasi rumahnya, Jalan Cagak, Kabupaten subang, pada 18 Agustus 202.
polisi dalam hal ini Polda Jabar, sempat beberapa kali menyebutkan jika kasus ini telah mendapati titik terang. Salah satunya polisi sempat menyebarkan sketsa yang diduga pelaku pada kasus ini.
Lama tak ada kabar, kasus ini pun kbali ramai diperbincangkan setelah Deddy Corbuzier dengan Ahli Forensik Polri Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti membicarakan kasus inj di kanal YouTube.
Pada podcast tersebut, Ahli Forensik Polri Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti menuturkan kasus tersebut dapat diungkap dengan data-data yang telah didapatkan oleh tim forensik.
"Saya sudah otopsi kedua, dan saya sudah jelaskan, sudah paparan, sudah kasih clue-nya, tapi ya belum ada tersangka sampai sekarang," kata Sumy, dalam podcast tersebut.
Sumy memberikan bocoran terkait sejauh mana progres dari penanganan kasus kematian ibud dan anak di subang itu.
Sumy menuturkan, ada tahapan yang tidak dikerjakan oleh tim penyidik setelah dirinya menemukan sejumlah fakta dari indentifikasi DNA.
Bahkan, Sumy menemukan adanya DNA dari terduga pelaku yang saat ini belum ada progres penyidikan.
"DNA nya udah mas Deddy, tapi tidak ada yang cocok, kalau tidak ada yang cocok kota cari dari DNA yang saksi-saksi itu, ternyata dari saksi itu tidak ada yang cocok, kita tariklah dari garis keturunan ibu, itu siapa tahu, ada yang cocok tidak, ternyata belum dikerjakan," beber Sumy.
"Terus saya bilang, saya punya jam kematian lo, jam kematian dia dibunuh, karena memang jelas dia dibunuh, karena saya otopsi, olah TKP, kita di TKP itu sudah ada dua DNa yang kita duga pelaku, yang asing," tegas Sumy.
Terkait pernyataan tersebut, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan bahwa tim penyidik masih melakukan penyelidikan kasus itu.
Saat ini, dari penyataan terakhir polisi telah memintai keterangan terhadap 122 saksi dan 216 item alat bukti. Kondisi tersebut belum berubah masih dengan jumlah yang sama.
"Penyidik tetap bekerja sesuai kemampuan teknis yang dimiliki," kata Ibrahim, melalui sambungan telepon, Sabtu (13/5/2023). *** (Caesar Yudistira)
Editor : JakaPermana

