Kata Jaksa, Carsa Ikut Modali Supendi di Pilbup Indramayu
Sebelum terkena operasi tangkap tangan (OTT), Direktur CV ARP Carsa ES, rupanya merupakan tim sukses sekaligus penyokong dana saat Supendi mencalonkan Wakil Bupati Indramayu. Bahkan, Supendi sering meminta uang kepada Carsa, baik untuk kepentingan pribadi atau operasional kedinasan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung – Sebelum terkena operasi tangkap tangan (OTT), Direktur CV ARP Carsa ES, rupanya merupakan tim sukses sekaligus penyokong dana saat Supendi mencalonkan Wakil Bupati Indramayu. Bahkan, Supendi sering meminta uang kepada Carsa, baik untuk kepentingan pribadi atau operasional kedinasan.
Hal itu terungkap dalam sidang dakwaan kasus dugaan suap terhadap Bupati Indramayu nonaktif Supendi senilai Rp3,6 miliar, di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (30/12/2019).
Dalam berkas dakwaan JPU KPK Ferdinan Adi Nugroho menyebutkan terdakwa yang merupakan pengusaha kontraktor di Indramyu dan Supendi telah saling mengenal. Bahkan saat Supendi menyalonkan menjadi wakil Bupati, terdakwa sudah ikut mendukungnya.
”Ketika Supendi diangkat menjadi Bupati, hubungan dengan terdakwa makin dekat. Supendi sering meminta uang kepada terdakwa, baik untuk kepentingan pribadi atau kegiatan operasional bupati,” katanya.
Ia menyebutkan, atas pemberian uang oleh terdakwa, Supendi pun menjanjikan akan memberikan kemudahan untuk mendapatkan proyek di lingkungan Pemkab Indramayu, baik yang didanai APBD Indramayu ataupun yang berasal dari bantuan provinsi (Banprov).
Dalam surat dakwaan yang dibacakan KPK, Bupati Indramayu nonaktif Supendi menerima Rp 3,6 milar, Kadis PUPR Omarsyah sebesar Rp 2,4 miliar, Kabid PUPR Wempi Triyoso Rp 480 juta, dan kepada anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim sebesar Rp 8,5 miliar.
KPK menduga pemberian uang itu, untuk memuluskan CV Agung Resik Pratama mendapatkan proyek di Pemkab Indramayu. Carsa mendapatkan tujuh proyek pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dengan nilai proyek total kurang lebih Rp 15 miliar yang berasal dari APBD murni. (ahmad sayuti)
Editor : Zulfirman


