Kawal Progres Pembangunan Wisata Autopia Park, DPRD KBB Pastikan Perizinannya Sudah Sesuai Prosedur
DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus mengawal progres pembangunan wana wisata Autopia Park yang berlokasi di bekas Grand Hotel Lembang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus mengawal progres pembangunan wana wisata Autopia Park yang berlokasi di bekas Grand Hotel Lembang.
Hal itu dilakukan untuk memastikan seluruh persyaratan administrasi perizinan yang dilakukan para investor. Termasuk PT Wahana Autopia sebagai pengembang sesuai dengan prosedur atau aturan yang berlaku.
Diketahui, Autopia Park merupakan destinasi wisata museum automotif yang dilengkapi sejumlah wahana menarik dan teknologi kekinian.
"Kami dari Komisi III dan Komisi IV DPRD KBB pastikan PT Wahana Autopia ini sudah melakukan semua prosedurnya," kata Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys saat dihubungi, Minggu 18 Mei 2025.
"Bahkan, hingga akan dimulainya pembangunan mereka sudah mengantongi izin yang ada," sambungnya.
Pither mengaku, pihaknya mengapresiasi PT Wahana Autopia yang telah menjalankan mekanisme persyaratan administrasi perizinan sesuai regulasi.
Menurutnya, jika semua pengusaha atau investor bisa menjalankan prosesnya sesuai aturan pasti tidak ada persoalan.
"Jadi langkah yang dilakukan PT Wahana Autopia ini harus menjadi contoh bagi pengusaha lainnya di KBB," ujarnya.
Pither juga menekankan pembangunan yang dilakukan harus mengikuti berdasarkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Dengan luas sekitar 1 hektare yang akan menjadi pusat wisata pembangunan harus sesuai.
"Kami harap bisa menjadi investor yang baik dan meningkatkan PAD di KBB, membuka lapangan kerja sehingga PT ini bisa terus mendapat kepercayaan," katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD KBB Imam Tunggara meminta pihak perusahaan juga memperhatikan penyerapan tenaga kerja lokal.
Tentunya, sambung Imam, disesuaikan juga dengan kebutuhan perusahaan dan sesuai kemampuan dari pekerja itu sendiri.
"Semoga tenaga kerja dari wilayah sekitar sini bisa dilibatkan sesuai kebutuhan, jangan sampai warga jadi tamu di rumahnya sendiri atau jadi penonton," tuturnya.
Sementara Owner Autopia Park, Erik Wijaya menegaskan, pihaknya bakal mengupayakan agar bisa mengakomodir penyerapan tenaga kerja dari warga sekitar lokasi.
Bahkan, sudah ada beberapa yang sudah mulai bekerja dan selalu berkoordinasi dengan tokoh setempat.
"Kita sangat welcome terhadap pekerja yang berasal dari warga sekitar dan komunikasi dengan tokoh-tokoh setempat juga terjalin cukup baik," katanya.
Terkait progres pembangunan, lanjut dia, saat ini masih tahap perencanaan dan persiapan. Sedangkan untuk target pengerjaan jika tidak ada kendala dan cuaca mendukung, adalah 15 bulan atau bulan Juli 2026 sudah selesai.
Nantinya, lanjut Erik, di tempat ini bakal dibuat wahana automotif untuk keluarga serta ada untuk anak-anak dan sains yang berhubungan dengan automotif. Seperti ada driving school, go kart, 3D dan semua berhubungan dengan automotif.
"Teknologi yang bakal dipakai terus kita ikuti karena masih on going. Makanya kita tunggu sampai progres berapa persen baru kita bikin konsepnya, karena berhubungan dengan teknologi terbaru," bebernya.
Autopia Park ini, sambung Erik, nantinya memiliki konsep edutainment yaitu memadukan antara pendidikan (education) dan hiburan (entertainment). Akan dibangun galery mobil antik sampai masa depan.
"Tidak hanya sekadar mobil tua, tapi juga kendaraan langka akan ditampilkan. Nanti juga akan ditampilkan mobil-mobil terkini dan mobil masa depan juga akan dihadirkan," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

