Kawasan SOR GBLA Tak Aman, AC Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk Diduga Korban Begal
AC Warga Cibeunying Kaler yang tewas penuh luka tusuk di jalan pendamping SOR GBLA diduga korban pembunuhan dan aksi begal
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - AC (19) ditemukan tewas dengan sejumlah luka serius di tubuhnya. Kematian warga Cibeunying Kaler, Kota Bandung tersebut diduga kuat korban pembunuhan, dengan indikasi mengarah pada pencurian dengan kekerasan atau begal.
Berdasarkan hasil autopsi, ditemukan beberapa luka tusuk di bagian dada depan, sisi tubuh, hingga punggung korban. Luka-luka tersebut diduga menjadi penyebab utama kematian AC.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton mengatakan, temuan luka pada tubuh korban menguatkan dugaan adanya unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut.
“Karena memang di tubuh korban ditemukan beberapa luka-luka, terutama di bagian dada yang diindikasikan adanya terjadinya perbuatan pidana,” ujar Anton, Rabu, 25 Februari 2026.
Selain luka tusuk, polisi juga tidak menemukan sepeda motor, telepon genggam, serta dua alat pancing milik korban di lokasi kejadian. Hilangnya sejumlah barang pribadi tersebut memunculkan dugaan bahwa AC menjadi korban begal. Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan motif pasti di balik kejadian tersebut.
“Indikasinya seperti itu (korban begal), tapi kami masih melakukan penyelidikan,” katanya.
Peristiwa ini bermula saat AC berpamitan kepada keluarganya untuk pergi memancing di kawasan Gedebage pada Sabtu malam, 21 Februari 2026. Ia berangkat seorang diri menggunakan sepeda motor.
“Jadi dia izin ke keluarganya untuk mancing malam kejadian, berarti Sabtu malam dia izin ke keluarganya untuk mancing,” ucap Anton.
Namun hingga keesokan harinya, keluarga tidak menerima kabar dari korban. Nahas, pada Minggu sekitar pukul 10.30 WIB, seorang warga menemukan AC dalam kondisi tidak bernyawa di Jalan Pendamping SOR GBLA, kawasan Gedebage.
“Kemudian baru hari Minggu kemarin dia ditemukan, korban ditemukan meninggal dunia di selokan atau mungkin di kolam air di bagian kiri,” tuturnya.
Anton menambahkan, pihak keluarga telah membuat laporan resmi ke kepolisian. Saat ini, Satreskrim Polrestabes Bandung masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap pelaku serta motif di balik kasus tersebut.
“Sekarang kami dalam tahap proses penyelidikan untuk mengetahui siapa pelaku yang melakukan tindakan tersebut,” katanya.
Editor : Ahmad Sayuti


