Ke Sulawesi Selatan, Yusril Ihza Mahendra Terkagum dengan Pesona Rammang-Rammang dan Bantimurung Maros
Pada Minggu, 26 Januarai 2025, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, bersama keluarganya mengunjungi dua destinasi wisata andalan Maros: Rammang-rammang dan Bantimurung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bandung – Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kembali membuktikan pesonanya sebagai destinasi wisata unggulan yang menyimpan keindahan alam luar biasa.
Pada Minggu, 26 Januarai 2025, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, bersama keluarganya mengunjungi dua destinasi wisata andalan Maros: Rammang-Rammang dan Bantimurung.
Kunjungan ini merupakan perjalanan pribadi Yusril untuk menikmati keindahan alam yang diakui dunia, sekaligus merasakan langsung daya tarik kawasan yang telah menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark.
Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam, mengonfirmasi langsung kehadiran Yusril dan keluarganya.
Dalam wawancara via telepon WhatsApp, ia menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kunjungan sang menteri ke Maros.
"Alhamdulillah, tadi kami menjemput Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Bapak Yusril Ihza Mahendra,” ujar Bupati Maros dengan antusias dikutip dari RRI.
“Beliau datang ke sini (Maros) dalam kunjungan pribadi yakni ingin menikmati keindahan destinasi wisata alam yang ada di daerah Maros," imbuhnya.
Rammang-rammang, yang dikenal sebagai kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok, menjadi destinasi pertama yang dikunjungi Yusril Ihza Mahendra.
Lokasi ini menawarkan pemandangan spektakuler berupa formasi batuan karst yang menjulang di tengah hamparan hijau persawahan dan sungai berkelok-kelok. Kawasan ini juga menjadi rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna yang unik.
Selama kunjungannya, Yusril didampingi oleh Kalpataru Muhammad Ikhwan, yang lebih dikenal sebagai Iwan Dento, seorang peraih Satyalancana Kepariwisataan dari Presiden RI. Iwan menjelaskan bahwa Yusril sangat terkesan dengan kelestarian alam di kawasan tersebut.
"Kami sampaikan bahwa luas kawasan Karst Rammang-rammang kurang lebih 400 Ha, sementara untuk pengembangan ekowisata yang sekarang dikelola oleh desa melalui unit usaha BUMDES. Dan Bapak Yusril mengapresiasi keragaman hayati yang masih terjaga dalam kawasan ini," ungkap Iwan.
Yusril juga memuji pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat yang diterapkan di Rammang-rammang, sambil mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai warisan untuk generasi mendatang.
Setelah puas menikmati Rammang-rammang, Yusril dan keluarganya melanjutkan perjalanan ke Bantimurung, destinasi wisata yang terkenal dengan julukan “Kingdom of Butterflies”.
Di sini, mereka disuguhkan pemandangan air terjun megah yang dikelilingi pepohonan rindang serta berbagai spesies kupu-kupu yang menjadi ciri khas kawasan ini.
Bupati Maros menyampaikan bahwa Yusril sangat terpesona dengan keindahan alam Bantimurung. Ia bahkan menyarankan agar pemerintah daerah dan masyarakat setempat terus meningkatkan upaya pelestarian kawasan wisata ini.
"Bapak Yusril berpesan agar Bupati Maros supaya kita bersama menjaga tempat wisata alam yang begitu indah ini,” kata Bupati Maros.
“Dan beliau sangat takjub dan senang dengan tempat wisata alam yang di ada Sulsel, terutama dua destinasi alam yang didatangi di Maros masuk dalam Kawasan UNESCO Global Geopark," sambungnya.
Diskusi antara Yusril Ihza Mahendra dan Iwan Dento juga menyinggung pengakuan internasional terhadap Kawasan Karst Maros-Pangkep yang telah masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark.
Kawasan ini tidak hanya menyimpan keindahan alam, tetapi juga warisan prasejarah yang sangat berharga.
Iwan menjelaskan bahwa di dalam kawasan ini terdapat peninggalan arkeologi seperti gua-gua prasejarah yang menyimpan lukisan tangan manusia purba.
Warisan ini menjadi bukti nyata bahwa Maros telah menjadi bagian dari peradaban manusia sejak ribuan tahun lalu.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

