Keamanan Teras Cihampelas Jadi Perhatian, Satpol PP Lakukan Pengamanan Ketat

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung melakukan pengamanan ketat di kawasan Teras Cihampelas mengantisipasi berbagai potensi risiko, mulai dari pelanggaran ketertiban umum hingga kejadian yang tidak diinginkan seperti kehilangan barang.

Keamanan Teras Cihampelas Jadi Perhatian, Satpol PP Lakukan Pengamanan Ketat
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung melakukan pengamanan ketat di kawasan Teras Cihampelas mengantisipasi berbagai potensi risiko, mulai dari pelanggaran ketertiban umum hingga kejadian yang tidak diinginkan seperti kehilangan barang.

INILAHKORAN.ID - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung melakukan pengamanan ketat di kawasan Teras Cihampelas mengantisipasi berbagai potensi risiko, mulai dari pelanggaran ketertiban umum hingga kejadian yang tidak diinginkan seperti kehilangan barang.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menjaga keamanan fasilitas publik. Pengamanan dilakukan selama 24 jam dengan sistem pembagian tiga shift.

“Pengamanan Teras Cihampelas ini sesuai dengan komitmen yang disampaikan oleh pak wali kota. Satpol PP punya tugas untuk mengamankan Teras Cihampelas selama 24 jam,” kata Bambang Sukardi, Jumat 23 Januari 2026.

Dalam pelaksanaannya, Satpol PP bekerja sama dengan Dinas Ciptabintar di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Pengamanan, difokuskan pada sembilan akses pintu masuk yang ada di kawasan Teras Cihampelas.

“Pengamanan itu ada sembilan pintu. Kalau malam hari semuanya tertutup dan tidak diperbolehkan untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Menurut Bambang, penutupan akses tersebut dilakukan karena alasan keamanan. Ia menyebut, pihaknya menerima sejumlah laporan terkait aktivitas yang berpotensi melanggar aturan di kawasan tersebut.

“Dengan berbagai macam berita yang sudah masuk, kadangkala kawasan itu dipakai untuk nongkrong, minum-minuman. Makanya sembilan akses masuk ini kita tutup,” ujar dia.

Meski demikian, pada jam tertentu masih ada dua akses pintu yang dibuka secara terbatas untuk menunjang mobilisasi masyarakat. Namun, kedua akses tersebut juga akan ditutup pada malam hari.

“Cuma dua akses yang kita buka untuk mobilisasi warga, supaya masyarakat tetap bisa memanfaatkan kawasan Teras Cihampelas. Tapi kalau malam, dua akses itu tetap kita tutup,” tegasnya.

Ia menegaskan, pengamanan dilakukan untuk memastikan kawasan Teras Cihampelas tetap kondusif dan terhindar dari perilaku yang melanggar aturan mengingat antusiasme masyarakat yang masih tinggi untuk berkunjung ke lokasi tersebut.

“Sebetulnya Teras Cihampelas itu harus clear untuk sementara. Tapi sampai saat ini, masyarakat masih antusias ingin ke sana. Yang paling penting bagi Satpol PP adalah mengamankan. Jangan sampai terjadi hal-hal atau perilaku yang melanggar aturan,” ujar dia.

Terkait keberadaan pedagang, Bambang menyampaikan untuk sementara masih ada aktivitas. Namun para pelaku UMKM telah menyatakan kesiapan apabila sewaktu-waktu harus direlokasi. “Pedagang untuk sementara masih ada, tapi KUKM menyampaikan mereka juga sudah siap apabila perlu direlokasi,” ucapnya.

Ia menambahkan, pengamanan akan terus dilakukan dari awal hingga akhir sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kejadian yang merugikan masyarakat.

“Kita tetap mengamankan dari awal sampai selesai, supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Misalnya kalau ada kehilangan barang, prosesnya nanti bagaimana. Tapi untuk kebijakan lanjutan, itu ada pada pimpinan,” tandas dia.***


Editor : JakaPermana