Kebijakannya Disorot Media Asing, Dedi Mulyadi: Alhamdulillah

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut merespon, terkait kebijakannya yang juga disorot oleh media asing, salah satunya asal Singapura, Channel News Asia (CNA).

Kebijakannya Disorot Media Asing, Dedi Mulyadi: Alhamdulillah
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut merespon, terkait kebijakannya yang juga disorot oleh media asing, salah satunya asal Singapura, Channel News Asia (CNA).

Dedi mengaku bersyukur, karena gagasannya di Jawa Barat mendapat respon dari banyak pihak, bahkan oleh luar negeri.

"Alhamdulillah," kata Dedi di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung baru-baru ini.

Dia melanjutkan, ada dua gagasan yang disorot oleh media asing, yakni mengenai pendidikan karakter Panca Waluya bagi siswa bermasalah dan kebijakan syarat penerima bantuan sosial (Bansos) dari provinsi, kepala keluarga atau suami harus mengikuti program Keluarga Berencana (KB) untuk mengendalikan jumlah anak.

"Ada dua disorot, pendidikan disiplin di lembaga TNI. Kedua, media asing menyoroti vasektomi," ucapnya. 

Untuk program KB menjadi syarat penerima bansos sendiri sambung dia, mengenai vasektomi yang mana program ini marak dilakukan di Hongkong.

"Vasektomi itu mereka membandingkan dengan pola hidup yang ada di Hongkong. Orang Hongkong itu rata-rata mengikuti vasektomi. Sehingga tidak ada bayi yang dibuang," terangnya.

CNA memang menyoroti gagasan Gubernur Dedi Mulyadi, ini terlihat dalam artikelnya berjudul "Innovative or 'dangerous'? Indonesia's local leaders raise eyebrows with vasectomy-for-aid and other schemes". (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti