Kehangatan dalam Ketidakpastian
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh:Yuliantono
INILAH, Bandung- Ketika abu vulkanik memaksa penutupan delapan bandara utama di Indonesia, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka berdiri tegak sebagai juru selamat di ruang udara.
Ratusan wajah tegang dan lelah sempat memenuhi kabin-kabin pesawat yang harusnya mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dan Husein Sastranegara, Senin (7/9).
Diantara mereka yang waswas adalah 382 jemaah umrah Jeddah-Cengkareng yang sempat dialihkan mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar. Mereka pada akhirnya diterbangkan pada pukul 13.38 WIB menuju Bandara Kertajati.
Seketika ketegangan itu segera mencair begitu roda pesawat menyentuh landasan Kertajati yang bersih dari abu vulkanik.
Sesuai instruksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, seluruh jajaran staf Pemprov Jabar turun langsung ke lapangan.
Mereka hadir membawa kehangatan: menyapa penumpang yang kebingungan, membagikan air, hingga memastikan kebutuhan dasar seperti ruang istirahat untuk lansia dan pasokan susu untuk bayi terpenuhi dengan layak.
Bandara Kertajati seketika berubah menjadi rumah singgah yang teduh di tengah situasi darurat nasional.
"Hari ini juga saya akan meminta para staff Pemprov Jabar untuk memberikan layanan yang terbaik, minimal mendistribusikan kebutuhan-kebutuhan dasar yang diperlukan oleh para penumpang, misalnya yang bawa bayi, bawa orang tua," ungkap Dedi, Senin (7/9).
Menurut Dedi, Bandara Kertajati memainkan peran penting sebagai bandara alternatif ketika aktivitas penerbangan di Soetta terganggu akibat faktor alam.
Kehadiran BIJB dinilai mampu menjaga kelancaran mobilitas udara, sekaligus mengurangi dampak gangguan penerbangan terhadap masyarakat.
"Kertajati menjadi salah satu alternatif pilihan agar penerbangan tetap bisa berjalan dengan baik dan bagi yang menggunakan Bandara Kertajati di Majalengka Provinsi Jawa Barat saya mengucapkan selamat menggunakan Bandara Kertajati semoga aman dan nyaman," ucapnya.
Terlepas dari itu, ia berharap aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau segera mereda, sehingga penerbangan nasional dapat kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak lagi terdampak.
Sebelumnya juga Bandara Kertajati menerima pengalihan pendaratan dua pesawat Garuda Indonesia yang semula dijadwalkan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.
Keputusan tersebut diambil, setelah sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau memengaruhi keselamatan operasional penerbangan.
Executive General Manager BIJB Kertajati Nuril Huda mengungkapkan, dua pesawat yang dialihkan tersebut yakni GA 961 dari Madinah dan GA 983 dari Jeddah.
“GA 961 ini total penumpangnya ada 356 dan GA 983 dari Jeddah total penumpangnya ada 307. Alhamdulillah semua bisa landing dengan baik,” kata Huda.
Sebanyak 663 penumpang dalam dua penerbangan tersebut merupakan jemaah umrah asal Lampung.
Seluruh penumpang berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Kertajati dan mendapat penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
Bandara 24 Jam Sementara itu Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan telah menyiapkan 10 bandara yang akan beroperasi selama 24 jam sebagai langkah untuk mempercepat pemulihan jadwal penerbangan yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Lima di antara bandara yang beroperasi 24 jam adalah Bandara Kertajati Majalengka, Juanda Surabaya, Ahmad Yani Semarang, Adi Sumarmo Surakarta, dan Yogyakarta International Airport.
Menhub melaporkan berdasarkan pembaruan terakhir pada Senin (7/9) pukul 12.10 WIB, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau teramati pada ketinggian sekitar 15.000 kaki dan bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 10 knot.
Berdasarkan prakiraan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC), sebaran abu vulkanik diperkirakan masih berlangsung hingga sekitar pukul 06.10 WIB pada 8 September 2026.
Menhub mengatakan pemerintah perlu memastikan arah pergerakan abu vulkanik sebelum mengambil keputusan untuk membuka kembali bandara. Hal ini mengingat arah angin dapat berubah dan berpotensi kembali membawa abu vulkanik ke wilayah bandara.
Dudy mengatakan Bandara Juanda akan meningkatkan kapasitas penerbangan dengan perubahan penggunaan pesawat Singapore Airlines dari Boeing 737-800 menjadi Airbus A350. Penggunaan pesawat berbadan lebar tersebut ditujukan untuk mengangkut lebih banyak penumpang yang terdampak perubahan jadwal penerbangan.
“Ini dilakukan agar bisa mengangkut penumpang yang ada di Singapura dalam jumlah yang besar begitu juga penumpang yang dari Indonesia atau dari Surabaya atau dari Jakarta yang akan berangkat ke Singapura atau negara lain,” kata Dudy.
Pemerintah juga menambah empat penerbangan domestik dari sejumlah daerah, yakni Denpasar, Batam, Makassar, dan Pekanbaru. Tambahan penerbangan juga disiapkan melalui Bandara Ahmad Yani dengan melayani rute dari Makassar, Denpasar, Labuan Bajo, dan Lombok.
Untuk Bandara Yogyakarta International Airport, Saudi Airlines akan mengoperasikan penerbangan melalui Yogyakarta. Sementara untuk Bandara Kertajati, telah melayani penerbangan internasional Garuda Indonesia dari dan menuju Jeddah, Madinah, serta Amsterdam.
Lion Air juga dijadwalkan mengoperasikan penerbangan dari Kertajati menuju Jeddah.
Menhub juga memastikan bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan dapat memperoleh hak sesuai ketentuan, termasuk refund penuh 100 persen.
Pemerintah juga memberikan relaksasi izin keimigrasian bagi warga negara asing yang mengalami kelebihan masa izin tinggal akibat pembatalan penerbangan.
“Yang paling penting adalah kami bekerjasama dengan pihak imigrasi, kita memberikan relaksasi izin terhadap penumpang warga negara asing yang melewati batas izin karena pembatalan penerbangan,” katanya.
Untuk mendukung pengalihan penumpang ke bandara alternatif, InJourney Airports bersama sejumlah pihak juga menyiapkan transportasi lanjutan secara gratis berupa bus yang bekerja sama dengan Damri serta kereta api bersama PT KAI menuju dan dari Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.
Dudy menyampaikan pemerintah terus melakukan penanganan terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap sektor transportasi udara, termasuk memastikan kondisi abu vulkanik sebelum membuka kembali bandara yang terdampak.
Ia juga melaporkan terkait dampak abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta, Kemenhub sudah melakukan sebanyak 4 kali pengetesan atau paper test dan ditemukan hasilnya negatif.
Namun untuk keselamatan penerbangan, Kemenhub tidak langsung membuka operasional bandara Soetta maupun yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau untuk memastikan kondisi terbaik, mengingat arah angin yang sesekali dapat berubah-ubah. (bsf)
Editor : Inilahkoran

