Merajut Pengetahuan lewat Jaringan Dunia
DARI jaringan internet, Niswar membuka jalan bagi pengetahuan melintasi batas negara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Sebuah jaringan internet bukan sekadar kabel, antena, atau koneksi yang membuat layar komputer terhubung ke dunia luar.
Bagi Prof Dr Muhammad Niswar, jaringan juga bisa menjadi jalan untuk membuka akses pengetahuan, mempertemukan perguruan tinggi, dan menghubungkan pendidikan lintas negara.
Pengalaman panjang itulah yang mengantarkan Ketua Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial Universitas Hasanuddin (Unhas) tersebut menerima Suguru Yamaguchi Memorial Award 2026 dari School on Internet Asia (SOI Asia).
Bagi Niswar, penghargaan itu bukan sekadar apresiasi atas perjalanan akademik dan profesionalnya. Ada dedikasi panjang di baliknya, terutama dalam membangun infrastruktur internet yang memungkinkan pengetahuan bergerak melampaui batas wilayah.
“Menerima Suguru Yamaguchi Memorial Award merupakan bentuk dedikasi dalam mengembangkan infrastruktur internet dan jaringan teknologi untuk mendukung kemajuan pendidikan lintas negara,” ujar Niswar seperti dikutip dari ANTARA, Senin (7/9).
Perjalanan tersebut bermula lebih dari dua dekade lalu. Sejak 2002, Niswar dipercaya sebagai network operator pertama SOI Asia di Unhas. Saat itu, ia terlibat dalam penyiapan, konfigurasi, hingga pemeliharaan jaringan internet berbasis satelit yang digunakan SOI Asia di Unhas.
Teknologi tersebut menghadirkan konektivitas yang sebelumnya tidak mudah diperoleh, terutama bagi kawasan Indonesia Timur. Dari Unhas, jaringan itu membuka akses menuju jejaring pendidikan global dan mempertemukan sivitas akademika dengan komunitas pendidikan serta riset di berbagai negara.
Koneksi internet kemudian tidak berhenti sebagai persoalan teknis. Bagi dunia pendidikan, konektivitas berarti kesempatan untuk bertukar pengetahuan, mengikuti pembelajaran, dan membangun kolaborasi tanpa harus terhalang jarak geografis.
Keterlibatan Niswar pun berkembang. Dari mengurus jaringan, ia kemudian ikut membangun kapasitas manusia yang akan mengoperasikan dan mengembangkan teknologi tersebut. (gin)
Editor : Inilahkoran

