Kekerasan Terhadap Perempuan di Kota Bandung Turun

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung mencatat, adanya penurunan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kekerasan Terhadap Perempuan di Kota Bandung Turun

INILAHKORAN, Bandung - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung mencatat, adanya penurunan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kepala DP3A Kota Bandung Uum Sumiati mengatakan, kasus kekerasan perempuan dan anak di Kota Bandung pengalami penurunan dari semula 437 kasus menjadi 417 kasus di tahun ini.

"Dari 2023 kemarin ada 437 kasus, dan sekarang turun di 417 kasus. Penurunan kasus terutama terjadi pada kekerasan terhadap perempuan," kata Uum Sumiati, Rabu 5 Maret 2025.

Menurutnya, ada sejumlah aspek yang menyebabkan menurunnya kekerasan tersebut. Salah satunya dengan semakin banyaknya informasi yang disampaikan terkait edukasi tindakan itu.

Beberapa diantaranya dikemukakan ia, adalah layanan senandung perdana. Layanan ini hadir untuk memberikan akses lebih cepat dan aman bagi korban kekerasan yang terjadi di wilayah Kota Bandung.

“Edukasimelalui program ini, dapat membantu menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Terutama kekerasan terhadap perempuan, yang kemungkinan besar dipengaruhi berbagai upaya edukasi dan intervensi,” ucapnya.

Berdasarkan data DP3A Kota Bandung, pada 2024 terdapat 200 kasus kekerasan terhadap perempuan. Terdiri dari 97 kasus kekerasan terhadap istri dan 102 kasus terhadap perempuan lainnya.

"Bentuk kekerasan tertinggi adalah psikis, diikuti oleh kekerasan seksual," ujar dia. 

Sementara untuk kasus kekerasan pada anak, tercatat sebanyak 218 korban kekerasan dengan 50 persen mengalami kekerasan seksual, diikuti oleh perundungan dan kekerasan fisik. ***


Editor : Ahmad Sayuti