Kelola Keuangan Dengan Bijak, Inilah Koran Gelar Seminar Literasi Generasi Mandiri
PT Inilah Media Jabar kembali menyelenggarakan seminar literasi dengan tema "Safari Jurnalistik Perkuat Literasi Menuju Generasi Mandiri".
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Inilahkoran, Bandung - PT Inilah Media Jabar kembali menyelenggarakan seminar literasi dengan tema "Safari Jurnalistik Perkuat Literasi Menuju Generasi Mandiri".
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Gedung A Universitas Widyatama ini, dimulai pukul 09.00 WIB dan menghadirkan berbagai narasumber ahli.
Analis Junior Deputi Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Nova Almaida menegaskan, akan pentingnya literasi keuangan untuk seluruh kalangan mulai dari generasi baby boomer hingga generasi Z. Ia menyebut, tindakan tanpa didasari pengetahuan maka akan berujung negatif.
Pihaknya mencontohkan, saat ini pinjaman online (pinjol) sangat mudah diakses oleh masyarakat termasuk mahasiswa. Namun, ketika hendak menggunakan pinjol karena kebutuhan haruslah dibarengi dengan kemampuan untuk mengembalikan.
Yang terjadi selama ini dituturkan ia, banyak kalangan yang menggunakan pinjol tidak didasari atas kebutuhan. Selain itu, mereka tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikan pinjaman tersebut.
"Banyak kasus sekarang, mereka cuma ingin padahal belum tentu banget butuh gitu sama pinjaman itu dan tidak punya sumber pengembalian dana," kata Nova Almaida pada Selasa 26 November 2024.
Dengan kondisi seperti itu, para pengguna pinjol dikejar-kejar debt collector hingga mempengaruhi psikologi dari pengguna pinjol. Ia pun mengingatkan kepada masyarakat tentang aplikasi pinjol yang legal dan terdaftar dimana saat ini terdapat 97 pinjol legal.
"Penyelenggara pinjol yang legal, mereka hanya boleh mengakses tiga hal. Yang pertama itu kamera, yang kedua itu mikrofon yang ketiga lokasi. Jadi kalau misalkan udah ada pinjol yang minta akses ke kontak minta ke galeri itu ilegal," ucapnya.
Ia pun menyoroti budaya generasi muda saat ini yang cenderung mengedepankan gaya hidup, dan terpengaruh oleh lingkungan. Kemudian mereka memanfaatkan pinjol untuk memenuhi gaya hidup tersebut.
Nova menemukan apabila tidak mampu membayar pinjol berdampak ke depan, yakni sulitnya mengakses perbankan. Oleh karena itu, ia mengimbau apabila tidak darurat maka lebih baik tidak usah menggunakan pinjol.
"Kalau nggak penting banget, mending nggak usah. Iya, mending nggak usah. Kalau penting banget, usahakan yang kita punya kewajiban. Kita ngagunin apa berarti kita bertanggung jawab untuk ngembalikan agunan," ujar dia.
Sementara itu, Satgas Anti Rentenir Saji Sonjaya mengatakan, pihaknya menerima ribuan aduan tentang mahasiswa yang menggunakan pinjol. Termasuk mereka yang terjerat pinjol ilegal.
"Satu tahun pengaduan mencapai 2.000," kata Saji Sonjaya.
Ia menyebut, apabila terjerat pinjol dan tidak bisa membayar maka bisa mengadukan hal itu kepada satgas anti rentenir Kota Bandung untuk membantu korban pinjol. Pihaknya menegaskan, apabila tidak terlalu membutuhkan pinjaman maka lebih baik tidak menggunakan pinjol.
"Tapi yang paling penting, kalau kita tidak betul butuh uang. Jangan pernah coba coba pinjol, apalagi ilegal karena akan ketagihan," ucapnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti
