Kemarau 2026 Datang Lebih Awal dan Panjang, BMKG Minta Waspada Krisis Air
BMKG jelaskan terkait kemarau 2026 yang datang lebih awal dan lama.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa musim kemarau 2026 tidak hanya lebih kering, tetapi juga berpotensi datang lebih awal dengan durasi yang lebih panjang dari biasanya.
Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Rajab, menyebut kondisi ini perlu diantisipasi serius karena dapat berdampak pada ketersediaan air bersih serta sektor pertanian dan perkebunan.
“kemarau tahun ini cenderung lebih kering dan berlangsung lebih lama, sehingga perlu kesiapan dari berbagai sektor,” katanya.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi ini adalah aktifnya fenomena El Nino, yang menyebabkan penurunan intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG mencatat saat ini El Nino masih berada pada kategori lemah, namun diperkirakan akan meningkat menjadi moderat pada triwulan ketiga tahun 2026, khususnya antara Agustus hingga Oktober.
Dengan kondisi tersebut, potensi kekeringan di beberapa daerah menjadi perhatian utama, terutama wilayah yang bergantung pada curah hujan untuk pertanian.
Meski begitu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak berlebihan dalam menyikapi informasi yang beredar.
Fachri menegaskan bahwa berbagai istilah yang viral seperti “El Nino ekstrem” atau sebutan bernada sensasional tidak sesuai dengan klasifikasi ilmiah.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG mendorong kolaborasi antara pemerintah, sektor pertanian, dan masyarakat untuk melakukan mitigasi sejak dini, termasuk pengelolaan air yang lebih efisien.
Editor : Firda Rachmawati

