Kemarau Tahun ini BPBD Kab Bandung Belum Menerima Permintaan Air Bersih dari Masyarakat

Sepanjang Musim kemarau tahun ini Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung belum menarima permohonan pengiriman air bersih dari masyarakat. Sedangkan pada 2023 lalu, selama musim kemarau BPBD Kabupaten Bandung mengirimkan kurang lebjh 9,3 juta liter air kepada 1,8 juta jiwa yang tersebar di 30 kecamatan. 

Kemarau Tahun ini BPBD Kab Bandung Belum Menerima Permintaan Air Bersih dari Masyarakat
ilustrasi

INILAHKORAN, Soreang-Sepanjang Musim kemarau tahun ini Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung belum menarima permohonan pengiriman air bersih dari masyarakat. Sedangkan pada 2023 lalu, selama musim kemarau BPBD Kabupaten Bandung mengirimkan kurang lebjh 9,3 juta liter air kepada 1,8 juta jiwa yang tersebar di 30 kecamatan. 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Uka Suska Puji Utama menjelaskan, musim kemarau tahun ini berbeda dengan 2023, di mana terjadi kemarau panjang yang menimbulkan kekeringan. Tahun ini musim kemarau berlangsung pendek.

"Pada Juli-Agustus Kabupaten Bandung memasuki musim kemarau yang lebih pendek. Beda dengan tahun lalu di mana terjadi kemarau panjang dari April sampai November, sehingga terjadi kekeringan," kata Uka Suska, Rabu 17 Juli 2024.

Dikatakan Uka Suska, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diramalkan akan berakhir pada Agustus. Kemudian mulai masuk musim hujan pada September. Musim kemarau tahun ini pun tergolong kemarau basah.

"Kemarin itu diprediksi kemarau basah, kemarau tapi ada hujan, baru sekarang ini mulai terasa sudah berkurang atau tidak ada hujan. Kaitan dengan kemarau ini juga cuaca jadi dingin, ini ada pengaruh arus angin dari Australia, yang sedang musim dingin," ujarnya.

Uka Suska melanjutkan, meski belum menerima permintaan air, BPBD telah menyiapkan personel dan peralatan untuk mengantisipasi bila sewaktu-waktu terjadi kekeringan pada masyarakat. Koordinasi dengan perangkat daerah lain maupun pihak terkait juga sudah dilaksanakan.

"Tapi Alhamdulilah sampai saat ini kami belum menerima surat permintaan distribusi air, termasuk kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan juga belum ada. Namun, kami sudah menyiapkan personel dan peralatan jika ada situasi yang memerlukan penanganan," ujarnya.

Uka Suska melanjutkan, pada tahun lalu, kekeringan hampir terjadi di semua kecamatan di Kabupaten Bandung, karena hanya masyarakat di wilayah Margahayu dan Katapang yang tidak meminta distribusi air. Selain bencana kekeringan, pada 2024 juga marak terjadi kebakaran hutan dan lahan.

"Kalau tahun lalu kami mendistribusikan air bersih kurang lebih 9,3 juta liter, dengan masyarakat yang terlayani oleh distribusi air itu hampir 1,8 juta orang. Kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan waktu tahun lalu juga kan mencapai 271 kejadian,"katanya.(rd dani r nugraha)


Editor : JakaPermana