Kemenag Targetkan Materi Pencegahan LGBTQ Bisa Masuk Kurikulum Mulai Akhir 2026
Kemenag targetkan materi terkait pencegahan LGBTQ bisa mulai masuk kurikulum akhir 2026 atau awal 2027.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Saat ini pemerintah tengah mengatur Materi terkait edukasi Pencegahan LBGTQ melalui Kementerian Agama (Kemenag).
Kemenag menargetkan integrasi materi edukasi pencegahan penyebaran budaya lesbian, gay, bisexual, transgender, dan queer (LGBTQ) ke dalam Kurikulum dapat dimulai pada akhir 2026 atau paling lambat awal tahun ajaran baru 2027.
“Beberapa poin strategis yang perlu menjadi fokus pembahasan kita bersama. Pertama adalah pendekatan edukatif. Pendekatan ini akan ditempuh dengan cara melakukan insersi kurikulum,” kata Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i.
Romo Syafi'i menjelaskan integrasi materi tersebut ditargetkan dimulai setelah pembahasan materi selesai.
Kemenag menargetkan pelaksanaan tersebut pada akhir tahun 2026 atau paling lambat awal tahun ajaran baru 2027.
Materi tersebut juga direncanakan menjadi acuan bagi para pemuka dan penyuluh agama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Selain pendekatan edukatif, Kemenag membahas pendekatan agama dengan melibatkan pandangan berbagai agama di Indonesia.
“Tentu saja ini juga akan menjadi bahan acuan bagi para ustadz, para pendeta, para penyuluh agama yang langsung berhubungan, bersentuhan dengan masyarakat. Kita membawa bahan acuan yang sama,” jelasnya.
Romo Syafi’i menyebut pendekatan agama akan menjadi bagian dari materi pembahasan, dengan mempertimbangkan pandangan dan tafsir masing-masing agama.
“Yang kedua, pendekatan agama. Pendekatan ini akan meletakkan pandangan semua agama di Indonesia terhadap LGBTQ," ujar Romo Syafi'i.
"Mungkin saja dalil dan tafsir setiap agama berbeda. Tetapi, semua ajaran agama pasti memiliki teologi pernikahan atau perihal keturunan dan hidup berpasangan,” katanya.
Kemenag juga membahas penguatan keluarga melalui penciptaan lingkungan yang religius serta komunikasi yang terbuka dan penuh penghormatan di antara anggota keluarga.***
Editor : Irma Nurfajri

