Kemensos Siapkan Pendidikan bagi Anak Rentan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Ruang belajar tidak selalu dimulai dari gedung yang sempurna. Di sejumlah daerah, Sekolah Rakyat tumbuh dengan fasilitas yang masih beragam, sembari pemerintah menyiapkan ruang yang lebih layak dan tenaga pendidik untuk mendampingi para siswanya.
Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat, program Sekolah Rakyat kini telah beroperasi di 182 titik di berbagai daerah. Di Jawa Barat, terdapat 24 titik yang telah diperbolehkan untuk beroperasi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, kondisi fasilitas di setiap titik belum sepenuhnya sama. Sebagian telah menggunakan gedung permanen, sementara lainnya masih memanfaatkan bangunan sementara.
“Kalau sudah ada 182 titik, kemudian di Jawa Barat ada 24 titik untuk Jawa Barat yang sudah boleh beroperasi,” kata Gus Ipul di Kabupaten Bandung Barat, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (23/9).
Bagi pemerintah, bertambahnya titik Sekolah Rakyat bukan sekadar soal angka. Di balik setiap titik terdapat ruang kelas, asrama, guru, wali kelas, hingga wali asrama yang harus siap mendampingi siswa menjalani keseharian.
Karena itu, pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota nantinya memiliki gedung permanen Sekolah Rakyat. Pengembangan sarana tersebut dilakukan secara bertahap seiring perluasan program.
Namun, bangunan hanyalah salah satu bagian dari perjalanan Sekolah Rakyat. Ada kebutuhan lain yang tak kalah penting: orang-orang yang berada di dalamnya.
Gus Ipul menekankan pentingnya kesiapan tenaga kependidikan untuk mendampingi siswa. Guru, wali kelas, dan wali asrama tidak hanya berhadapan dengan pelajaran, tetapi juga keseharian anak-anak yang tinggal dan belajar di lingkungan sekolah.
“Mereka harus bekerja dengan penuh empati, dengan hati, totalitas, karena yang didampingi ini adalah siswa-siswa istimewa yang berasal dari berbagai latar belakang,” ujarnya.
Para siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga rentan dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam. Kondisi tersebut membuat pendampingan menjadi bagian penting dalam proses pendidikan mereka.
Sekolah, dalam konteks ini, bukan hanya tempat untuk mengejar nilai dan menyelesaikan pelajaran. Ada kehidupan yang berjalan di dalamnya. Ada anak-anak yang membutuhkan ruang untuk tumbuh, belajar mengenali kemampuan, sekaligus menemukan jalan untuk menata masa depan.
Karena itu, perluasan Sekolah Rakyat berjalan bersama dengan pekerjaan lain yang tak kalah besar: memastikan fasilitas semakin siap dan tenaga kependidikan mampu menjalankan perannya.
Kemensos berharap pengembangan 182 titik yang telah beroperasi, termasuk 24 titik di Jawa Barat, dapat terus diikuti dengan penguatan sarana dan sumber daya manusia. (gin)
Editor : Inilahkoran

