Kemnaker Fokus Terapkan Link and Match pada Magang Nasional 2026 untuk Fresh Graduate

Kemnaker memfokuskan Magang Nasional (MagangHub) 2026 pada penguatan link and match lulusan baru dengan industri, inklusif bagi disabilitas. Simak detilnya!

Kemnaker Fokus Terapkan Link and Match pada Magang Nasional 2026 untuk Fresh Graduate
1.800 peserta hadir secara luring dalam acara pembukaan di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Program Magang Nasional Lulusan Perguruan Tinggi Batch ke-2 di wilayah Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Jakarta, Rabu (26/11/2025). Antara

INILAHKORAN.ID - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan penyelenggaraan Magang Nasional (MagangHub) 2026 akan difokuskan pada penguatan konsep link and match. 

Langkah ini bertujuan untuk menjembatani kemampuan lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di pasar kerja serta dunia industri.

Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, menjelaskan bahwa penekanan ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh dari pelaksanaan Magang Nasional tahun sebelumnya.

“Penyelenggaraan tahun ini diarahkan agar proses link and match lebih kuat, sebaran peserta lebih merata, bidang magang lebih beragam, dan posisi magang semakin sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ujar Faried di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Peran Penting MagangHub dalam Transisi Dunia Kerja

Faried menyebut program Magang Nasional bukan sekadar ajang penempatan kerja sementara, melainkan sebuah proses pembelajaran kerja terstruktur yang melibatkan pembimbing (mentor) profesional di perusahaan.

Berdasarkan data Kemnaker, jumlah peserta magang mencapai sekitar 102,6 ribu orang dari total pendaftar sekitar 370,5 ribu orang, dengan keterlibatan 11.772 perusahaan/instansi pemerintah sebagai tempat magang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan lulusan muda terhadap pengalaman kerja nyata sangat besar, sekaligus memperlihatkan bahwa dunia usaha juga memiliki ruang untuk berkontribusi dalam peningkatan kompetensi calon tenaga kerja.

Dengan minat yang tinggi dari para lulusan perguruan tinggi dan dunia industri, Faried menilai aspek monitoring, evaluasi, dan tata kelola pun harus diperkuat sejak awal.

Ia mengatakan, program magang tidak cukup hanya berhasil dari sisi jumlah peserta, tetapi juga harus dipastikan kualitas pembelajaran, peran mentor, kepatuhan penyelenggara, pelaporan peserta, serta hasil pascaprogramnya.

“Oleh karena itu, pada penyelenggaraan tahun 2026, Kemnaker memperkuat pemantauan sejak awal hingga selesai, evaluasi kualitas penyelenggara dan mentor, serta pelacakan hasil peserta setelah program berakhir,” ujar Faried.

Selain itu, Kemnaker juga mendorong agar program ini semakin inklusif. Dalam penyempurnaan program tahun 2026, perluasan sasaran peserta menjadi perhatian, termasuk membuka akses bagi peserta disabilitas.

“Dengan demikian, program Magang Nasional tidak hanya menjadi program peningkatan kompetensi, tetapi juga bagian dari upaya memperluas akses kesempatan kerja yang lebih adil,” kata Faried.


Editor : Ahmad Sayuti