Kenali FIN Komodo, Kendaraan Taktis Buatan Cimahi yang Dipakai Dikdik-Bagja saat Daftar ke KPU

Dikdik Suratno dan Bagja Setiawan itu menaiki dua kendaraan taktis jenis offroad dengan bentuk tak biasa saat akan mendaftar ke KPU Cimahi di Jl Pesantren-TTUC yang diberinama FIN Komodo.

Kenali FIN Komodo, Kendaraan Taktis Buatan Cimahi yang Dipakai Dikdik-Bagja saat Daftar ke KPU

INILAHKORAN, Cimahi - Pasangan calon Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan dan Bagja Setiawan telah resmi mendaftar diri untuk Pilkada Serentak Kota Cimahi 2024.

Namun, ada yang menarik saat pendaftaran pada saat pendaftaran di hari kedua itu, jika bapaslon datang dengan menaiki kendaraan mobil biasa, tidak dengan pasangan calon Dikdik-Bagja.

Dikdik Suratno dan Bagja Setiawan itu menaiki dua kendaraan taktis jenis offroad dengan bentuk tak biasa saat akan mendaftar ke KPU Cimahi di Jl Pesantren-TTUC yang diberinama FIN Komodo.

Dikdik menggunakan FIN Komodo berwarna biru, sedangkan Bagja menggunakan FIN Komodo berwarna oranye.

''Kita harus bangga karena mobil Komodo ini merupakan mobil asli buatan Cimahi,'' kata Dikdik S. Nugrahawan.

Menariknya, kendaraan taktis ini diproduksi oleh PT FIN Komodo Teknologi yang berlokasi di Jalan Kolonel Masturi No.106-A, Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

Sebenarnya, FIN Komodo Teknologi ini merupakan perusahaan swasta Nasional yang bergerak di bidang Rekayasa & Teknologi (Engineering & Technology), yang telah berpengalaman dalam bidang design dan analisa pesawat terbang, otomotif, simulator, dan integrasi sistem otomasi.

Selain itu, perusahaan ini dikomandoi oleh Ir. Ibnu Susilo, seorang pakar Rekayasa Teknologi.

''Meski buatan Cimahi, FIN Komodo ini merupakan kendaraan nasional dan telah digunakan oleh TNI,'' kata Dikdik.

Dari laman resmi FIN Komodo, disebutkan bahwa kendaraan ini merupakan kendaraan off-road jenis Cruiser yang dirancang bangun khusus sesuai dengan alam Indonesia.

Bobot FIN Komodo yang sangat ringan membuat tenaga yang diperlukan untuk melaju relatif kecil, sehingga konsumsi bahan bakar relatif irit. 

Untuk medan hutan, biasanya jarak tempuh sepanjang 100 kilometer dapat dilalui dalam 6-7 jam dengan konsumsi bahan bakar kurang lebih hanya 5 liter dengan kapasitas tangki 20 liter.

Alhasil, kendaraan taktis itu dapat bertahan  di dalam hutan selama 7 x 4 jam atau 4 hari perjalanan siang hari.

Tak hanya itu, kestabilan kendaraan ini pada medan offroad yang ekstrem sekalipun tidak diragukan lagi, sebab didesain dengan menggunakan perhitungan matematika persamaan keseimbangan yang akurat setiap komponen dan manufakturnya.

Kemudian, untuk kondisi jalan dengan kemiringan 45 derajat dan berlumpur dapat dilalui dengan mudah dan aman, serta tanjakan turunan yang ekstrem tidak ada masalah.

Untuk kondisi semak-semak (yang belum ada jalan), maka FIN Komodo dapat berfungsi sebagai kendaraan perintis (pembuka jalan) sehingga akan sangat efisien dan menghemat waktu dalam bekerja. 

Selain itu, FIN komodo yang lincah dan handal dapat digunakan sebagai kendaraan penjelajah atau kegiatan survey atau pengawasan. FIN Komodo juga dapat digunakan untuk mengangkut beban (barang bawaan) seberat 250 Kg, sehingga dapat juga berfungsi sebagai kendaraan utility.***  


Editor : Ahmad Sayuti