Kesulitan Audit Penyebab Ambruknya Atap Gedung SMKN 1 Cileungsi, Arif Rahman Berkordinasi ke Inspektorat Jawa Barat

Inspektorat Kabupaten Bogor mengalami beberapa kesulitan dalam mengaudit Gedung SMKN 1 Cileungsi yang atapnya ambruk pada Rabu, 10 September lalu.

Kesulitan Audit Penyebab Ambruknya Atap Gedung SMKN 1 Cileungsi, Arif Rahman Berkordinasi ke Inspektorat Jawa Barat
Kepala Inspektorat Kabupaten Bogor Arif Rahman mengatakan, pihaknya tidak menemukan penyedia jasa atau kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan Gedung SMKN 1 Cileungsi pada 2015 lalu. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Inspektorat Kabupaten Bogor mengalami beberapa kesulitan dalam mengaudit Gedung SMKN 1 Cileungsi yang atapnya ambruk pada Rabu 10 September lalu.

Hal pertama, Inspektorat tidak menemukan penyedia jasa atau kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan Gedung SMKN 1 Cileungsi pada 2015 lalu.

"Kami sudah mencari alamat penyedia jasa yang mengerjakan proyek pembangunan Gedung SMKN 1 Cileungsi pada 2015 lalu di Jakarta, namun pada alamat yang tertera, kami tidak menemukan perusahaan tersebut," kata Kepala Inspektorat Kabupaten Bogor Arif Rahman kepada wartawan, Kamis 2 Oktober 2025.

Selain itu, ketika auditor dan tim teknis Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait akan melakukan cek fisik rangka atap baja ringan, genteng dan material lainnya. 

Ternyata, bangunan atap Gedung SMKN 1 Cileungsi sudah dibongkar oleh kepolisian, dan dibantu pihak lainnya.

"Saat kami mau mengecek fisik rangka atap baja ringan, genteng dan material lainnya, ternyata sehari sebelumnya atap Gedung SMKN 1 Cileungsi sudah dibongkar, oleh karena itu, kami pun melapor dan berkordinasi ke Inspektorat Jawa Barat untuk meminta petunjuk," tutur Arif Rahman.

Arif Rahman menerangkan, pembangunan Gedung SMKN 1 Cileungsi yang dikerjakan pada Tahun 2015 tidak selesai pada akhir tahun atau tenggat waktu pekerjaan.

Akibatnya, proyek pembangunan Gedung SMKN 1 Cileungsi meluncur ke awal Tahun 2016, disertai sanksi denda.

Audit dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Bogor, karena ada indikasi ketidak beresan dalam proses atau tahapan pembangunan SMKN 1 Cileungsi.

Apalagi, rangka atap baja ringan tersebut, lanjut mantan Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) itu, masih memiliki garansi pabrikan.

"Kami akan menggali penyebab ambruknya atap SMKN 1 Cileungsi, apakah ada kelemahan dalam stuktur bangunan, karena bagaimanapun untuk atap baja ringan,  masih ada garansi dari pabrikan. Sementara saat kejadian, tidak terjadi hujan maupun angin kencang," terangnya. 


Editor : Doni Ramdhani