INILAHKORAN, Ngamprah - Kecamatan Gununghalu Kabupaten Bandung Barat (KBB) seakan tak pernah habis menyuguhkan beragam keindahan dan potensi yang selalu menarik untuk dieksplor.
Salah satunya potensi Kopi Gununghalu yang pernah menyabet penghargaan AVPA Gourmet Product di pameran SIAL Paris, Prancis pada 2018.
Pelaku UKM Kopi Gununghalu, Ayi Ahmad Syarifudin (48) mengatakan, potensi Kopi Gununghalu itu sangat luar biasa, bahkan masih banyak yang perlu dieksplorasi dan dikembangkan.
"Alhamdulillah, sejak beberapa tahun kebelakang sudah mulai menggeliat perekonomian tentang Kopi Gununghalu," katanya saat ditemui, Kamis 23 Desember 2021.
Menurutnya, Kopi Gununghalu memang sudah banyak diburu oleh setiap kalangan. Tak hanya di level nasional namun juga di kancah internasional.
Kendati demikian, lanjut dia, dalam proses produksi Kopi Gununghalu masih banyak kekurangan-kekurangan yang mesti segera diperbaiki, terutama untuk bidang pemasaran.
"Prosesnya seperti cara memetik kopi, penjemuran, pengelupasan kulit, penggilingan sampai ke roasting dan grinder itu perlu ditingkatkan, terlebih untuk SDMnya," tuturnya.
Ia menilai, seandainya Kopi Gununghalu dalam proses penyajiannya sudah betul-betul sesuai dengan kebutuhan di dalam dan luar negeri, maka Kopi Gununghalu ini akan semakin mantap.
"Karena dari kopi ini memang kalau dilihat dari penghasilan itu sangat luar biasa dan saat ini jumlah produsen Kopi Gununghalu di sini masih cukup banyak," ujarnya.
Ia menyebut, untuk omzet Kopi Gununghalu jika dihitung rata-rata per bulan lumayan cukup besar.
"Per bulannya para produsen Kopi Gununghalu bisa meraup Rp 6 juta per bulan," sebutnya.
Lebih jauh ia menerangkan, luas perkebunan kopi di Gununghalu bisa mencapai ratusan hektar dan tersebar di seluruh Kecamatan Gununghalu.
"Kecaman Gununghalu sendiri kan berbatasan langsung dengan Sindangkerta, jadi bisa di bilang cukup luas," terangnya.
Ia menjelaskan, para petani kopi di Gununghalu saat ini berjumlah lebih dari 400 orang.
"Kalau diambil rata-rata dari seorang petani itu misalkan satu hektare, mungkin sudah 400 hektare dan kalau dihitung rata-rata per hari, para petani 1 kali panen saja bisa menghasilkan 6 kuintal kopi," tandasnya. (agus satia negara)***