Ketika Herdman ‘Mengemis’ Bantuan

Ketika Herdman ‘Mengemis’ Bantuan
INSTRUKSI: Pelatih Timnas John Herdman memberikan instruksi kepada para pemain.(ANTARA/M RISYAL HIDAYA)

INILAH, Jakarta- Menatap laga hidupmati kontra Bangladesh, John Herdman ‘mengemis’ bantuan dari para suporter Garuda.Suara gemuruh dari tribun Stadion Utama Gelora Bung Karno masih membekas jelas di benak John Herdman.

Kendati laga sengit kontra Malaysia di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 harus berakhir imbang tanpa gol, sang juru taktik asal Inggris itu enggan menyembunyikan rasa takjubnya pada riuh dukungan ribuan pasang mata yang hadir malam itu.

Bagi Herdman, atmosfer riuh di 20 menit terakhir pertandingan bukan sekadar sorak-sorai biasa.

Ada helaan napas, doa, dan energi luar biasa yang mengalir langsung dari tribun ke dalam lapangan.

Menurutnya, hal itu sebuah “faktor x” yang membakar semangat para pemain Garuda untuk terus berjuang hingga peluit panjang berbunyi.

“Saya memberikan penghormatan besar kepada para suporter. Luar biasa melihat stadion malam ini,” ujar Herdman penuh haru dalam konferensi pers usai laga.

“Saya sangat bangga kepada mereka, benarbenar bangga, dari satu orang kepada orang lainnya.

Mereka memberikan segalanya malam ini.” Herdman menyadari bahwa tim yang sedang dibesutnya bukan sekadar kumpulan pemain, melainkan sebuah ikatan persaudaraan yang tengah dibangun untuk merajut mimpi bersama.

Dalam ikatan itu, suporter adalah napas utama yang memberi dorongan di setiap langkah perjuangan.

Kini, tatapan Herdman tertuju pada laga krusial berikutnya menantang Bangladesh pada Kamis (1/10).

Dengan posisi Indonesia yang masih tertahan di peringkat kedua klasemen sementara—membayangbayangi Malaysia di puncak— dukungan penuh dari tribun kembali menjadi modal berharga.

Di tengah persaingan ketat grup yang juga dihuni tim tangguh seperti Singapura, Herdman berharap kehangatan dan gemuruh GBK kembali tercipta untuk mengawal langkah Timnas Indonesia menjaga asa menuju gelar juara.

“Secara keseluruhan, setidaknya para suporter masih memiliki pertandingan ketiga yang bisa mereka nantikan dan datang untuk mendukung kami. Kami membutuhkan dukungan itu lagi,” tutur Herdman.

Skenario Lolos Peluang Indonesia terbuka jika mampu mengalahkan Bangladesh. Setelah itu, posisi akhir skuad Garuda akan ditentukan oleh hasil pertandingan Malaysia kontra Singapura.

Skenario pertama, Indonesia menang atas Bangladesh, sementara Malaysia harus kalah dari Singapura.

Jika hasil tersebut terjadi, Indonesia akan mengumpulkan tujuh poin dan Singapura enam poin.

Malaysia tertahan dengan empat poin, sehingga Indonesia dipastikan finis di puncak klasemen Grup A.

Skenario kedua, Indonesia mengalahkan Bangladesh dan Malaysia bermain imbang melawan Singapura.

Indonesia akan mengoleksi tujuh poin, sedangkan Malaysia mengakhiri fase grup dengan lima poin. Singapura mengumpulkan empat poin, sehingga kemenangan akan memastikan Indonesia menjadi juara grup.

Sementara itu, skenario ketiga terjadi jika Indonesia dan Malaysia samasama meraih kemenangan pada pertandingan terakhir.

Kedua tim akan mengoleksi tujuh poin, sehingga penentuan posisi puncak klasemen bergantung pada selisih gol.

Dalam kondisi tersebut, Indonesia wajib menang atas Bangladesh dengan margin gol setidaknya dua gol lebih besar dibandingkan margin kemenangan Malaysia atas Singapura agar unggul dalam selisih gol.

Karena itu, kemenangan atas Bangladesh menjadi target utama Indonesia.

Namun tentu, menang saja tidak cukup.

Skuad Garuda juga perlu mencetak gol sebanyak mungkin, demi menjaga peluang jika posisi mereka harus ditentukan melalui selisih gol. (bsf)


Editor : Inilahkoran