Ketika Layanan Menemukan Jalan Digital

TEKNOLOGI mulai mengubah cara warga mengurus administrasi. Lapis Bobar menjadi langkah Bogor Barat memangkas jarak pelayanan.

Ketika Layanan Menemukan Jalan Digital
LAYANAN PUBLIK: Peluncuran inovasi pelayanan publik berbasis digital Lapis Bobar di Aula Kecamatan Bogor Barat, Rabu (19/8). Inovasi ini dirancang untuk mempermudah warga mengurus dokumen kependudukan. INILAH/Rizki Mauludi

Oleh: Rizki Mauludi

Urusan administrasi warga Bogor Barat mulai diarahkan ke satu pintu berbeda. Bukan loket panjang atau antrean melelahkan, melainkan layanan digital yang dirancang untuk membuat urusan warga lebih sederhana.

Pemerintah Kecamatan Bogor Barat meluncurkan Layanan Administrasi Publik Terintegrasi di Kecamatan Bogor Barat (Lapis Bobar), Rabu (19/8). Inovasi tersebut dirancang untuk memudahkan warga mengakses berbagai layanan administrasi secara cepat dan transparan.

Peluncuran Lapis Bobar berlangsung bersamaan dengan kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kecamatan Bogor Barat. 

Camat Bogor Barat Dudi Fitri Susandi, perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, para lurah, serta ASN se-Kecamatan Bogor Barat hadir dalam kegiatan tersebut.

Bagi pemerintah kecamatan, digitalisasi bukan sekadar memindahkan layanan dari meja ke layar. Lebih jauh, teknologi diharapkan mampu memangkas proses yang selama ini membuat masyarakat harus datang dan menunggu.

Dudi mengatakan, Lapis Bobar menjadi bagian dari komitmen meningkatkan tata kelola pemerintahan sekaligus kualitas pelayanan bagi sekitar 253 ribu warga di 16 kelurahan.

“Fokus utama kami adalah tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang prima. Indikator keberhasilan kami diukur dari Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang mencapai skor 3,9 dengan kategori memuaskan," kata Dudi. 

Kehadiran Lapis Bobar, kata dia, menjadi problem solver untuk mempermudah masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan. 

Lapis Bobar menyediakan sejumlah fitur interaktif yang dapat digunakan warga untuk mengetahui persyaratan administrasi kependudukan, termasuk informasi Kartu Keluarga (KK).

Warga juga dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk mengecek desil Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau data kemiskinan, serta mengurus berbagai surat pengantar administrasi di tingkat kecamatan.

Dengan sistem tersebut, informasi yang sebelumnya harus dicari melalui petugas diharapkan dapat diakses lebih mudah oleh masyarakat.

Namun, langkah digitalisasi itu bukan satu-satunya catatan kinerja Kecamatan Bogor Barat.

Dudi menyebut wilayahnya juga masuk jajaran tiga besar kelurahan terbaik serta meraih predikat kecamatan berkinerja terbaik di Jawa Barat.

Capaian tersebut membawa Bogor Barat mewakili Kota Bogor dalam ajang ASN Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat untuk kategori Jabatan Administrator. Di balik penghargaan tersebut, sejumlah program terus berjalan di tengah masyarakat.

Salah satunya Gotong Royong Bebas Stunting (Goroseting) yang digulirkan sejak 2023. Program itu dijalankan melalui kolaborasi dengan IPB University dan melibatkan sekitar 1.000 kader di kelurahan.

“Bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB University) dan diterjunkan bersama 1.000 kader di kelurahan, program ini sukses menekan angka stunting secara signifikan di Bogor Barat,” ujarnya. (gin)


Editor : Inilahkoran