Ketum PSSI Erick Thohir Tegaskan Zona Degradasi Liga 1 Akan Bersih dari Match Fixing: Kalau Ada Match Fixing Kita Gigit
Memasuki fase akhir Liga 1 Indonesia musim ini, tensi pertandingan semakin meningkat, terutama di zona degradasi yang menyisakan empat laga terakhir.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Memasuki fase akhir Liga 1 Indonesia musim ini, tensi pertandingan semakin meningkat, terutama di Zona Degradasi yang menyisakan empat laga terakhir.
Persaingan sengit tidak hanya menyita perhatian publik, tetapi juga menjadi perhatian serius Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Ia menegaskan bahwa PSSI dan seluruh pihak terkait berkomitmen menjaga integritas kompetisi dari praktik pengaturan skor atau Match Fixing.
"Kita harus percaya kualitas wasit kita. Dan tadi yang saya bilang, kalau ada Match Fixing kita gigit," tegas Erick Thohir dikutip dari ANTARA.
Pernyataan tersebut muncul sebagai respons terhadap sorotan publik terkait potensi kecurangan menjelang akhir musim. Erick turut mencontohkan keberhasilan klub-klub yang sempat diragukan mampu tampil maksimal di masa-masa genting.
"Toh kemarin kita lihat Semen Padang dua kali menang, 3-2 lawan PSIS dan yang luar biasa 2-0 sama Persija," ujar Erick.
"Artinya apa? Ini mendapatkan sebuah hasil yang maksimal untuk klub seperti Semen Padang," sambungnya.
Ia menambahkan bahwa hasil-hasil mengejutkan tersebut merupakan bukti kompetisi berjalan fair selama tidak ada indikasi pelanggaran.
Saat ini, persaingan di papan bawah klasemen begitu ketat. Semen Padang (28 poin), PSIS Semarang (25 poin), dan PSS Sleman (22 poin) berada dalam zona rawan degradasi. Namun bukan hanya tiga tim itu yang belum aman.
Barito Putera (29 poin), Persis Solo (32 poin), Madura United (33 poin), dan Persik Kediri (36 poin) juga berpotensi turun kasta jika gagal memaksimalkan empat pertandingan sisa.
"Nah, klub-klub yang lain, saya lihat ada Madura, ada Persis juga, menghasilkan rekor-rekor yang ini. Ini selama itu hasilnya tidak ada Match Fixing, ya its oke," tambah Erick.
Sementara itu, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, sehari sebelumnya turut memberikan penegasan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah preventif menghadapi potensi kecurangan.
"Pertama, kami juga sudah melakukan koordinasi terhadap keamanan yang lebih ketat karena fase krusial ini banyak intrik-intrik," kata Ferry.
Tak hanya itu, PT LIB juga menggandeng PSSI untuk memastikan kualitas wasit yang akan memimpin laga-laga krusial di pekan-pekan akhir Liga 1.
“Kami juga berkoordinasi dengan PSSI terkait dengan wasit. Kami sudah mohon wasit agar partai-partai krusial tadi dipimpin sama wasit yang lebih konstruktif, lebih tegas, lebih kualitasnya baik,” imbuh Ferry.***
Editor : Zulfirman

