Komisi IV Dorong Inovasi Pariwisata Kota Bogor untuk Dongkrak PAD
Komisi IV DPRD Kota Bogor mendorong inovasi dalam pengembangan sektor pariwisata Kota Bogor untuk mendongkrak anggaran daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Komisi IV DPRD Kota Bogor mendorong inovasi dalam pengembangan sektor pariwisata Kota Bogor untuk mendongkrak anggaran daerah. Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhamad Nur memaparkan adanya ketimpangan antara total anggaran Disparbud dengan alokasi khusus untuk promosi wisata yang dinilai masih sangat minim.
"Promosi adalah ujung tombak untuk menarik wisatawan. Ini menjadi catatan kami di Komisi IV. Anggaran yang dialokasikan untuk promosi cukup kecil jika dibandingkan dengan total anggaran Disparbud secara keseluruhan," ungkap Fajar pada Rabu 04 Februari 2026.
Fajar memaparkan, sebagai solusi atas keterbatasan anggaran, DPRD mengarahkan Disparbud untuk mulai menggali potensi pengembangan di sektor non APBD. Salah satu strateginya adalah dengan memperbanyak gelaran acara atau event yang konsisten.
"Setelah melalui proses verifikasi, setidaknya minimal 90 event berkualitas dapat berjalan setiap tahunnya. Selain itu, kawasan Mulyaharja, khususnya Saung Eling, menjadi fokus pengembangan karena memiliki nilai sejarah peninggalan kerajaan yang kuat," terang Fajar.
"Kami ingin pengunjung tidak hanya datang, tapi membawa kesan positif. Apalagi menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Disparbud harus menyiapkan skema penyambutan matang bagi para atlet dan official agar mereka juga berwisata di Bogor," tegas Fajar.
Sementara Kepala Disparbud Kota Bogor, Firdaus, menyatakan kesiapannya untuk menggenjot sektor pariwisata. Saat ini sudah ada 56 event yang masuk dalam daftar resmi, dengan 10 di antaranya merupakan agenda unggulan. Tujuan utama dari 10 event unggulan ini adalah untuk meningkatkan PAD dan mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya.
"Bahwa kolaborasi dengan komunitas dan pihak swasta menjadi kunci agar pariwisata tetap ada tanpa bergantung penuh pada APBD. Kami memiliki kegiatan yang insya Allah non APBD. Kami berkolaborasi dengan pihak ketiga dan teman-teman komunitas. Ini adalah upaya kami membuka ruang agar pariwisata kami semakin dikenal luas," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana


