Komisi V DPRD Jabar Sayangkan Adanya Temuan Dugaan Kecurangan pada Program JFLS
Sekretaris Komisi V DPRD Jabar Muhammad Jaenudin menyayangkan adanya temuan dugaan kecurangan pada program Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS) 2024.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sekretaris Komisi V DPRD Jabar Muhammad Jaenudin menyayangkan adanya temuan dugaan kecurangan pada program Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS) 2024.
DPRD Jabar mengendus, proses rekrutmen program JFLS 2024 yang diampu Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar itu tidak transparan dan ada dugaan kecurangan.
Padahal, kata Jaenudin, program JFLS itu terbilang bagus karena dapat menutupi kebutuhan masyarakat untuk melanjutkan studinya di perguruan tinggi.
"Saya mendorong pemerintah, karena ini program bagus. Membantu teman-teman mahasiswa yang tidak tercover KIP bisa dapat JFLS. Tapi penyelenggaraannya harus dilakukan transparan, karena kan itu online daftarnya. Jadi saya dorong sistem ini bisa mengakomodit kepentingan teman-teman yang tidak mampu," ujar Jaenudin, Kamis 24 Oktober 2024.
Dia berharap, Pemprov Jabar dapat segera mengevaluasi program JFLS. Komisi V DPRD Jabar akan terus memantau dan mengingatkan pada dinas terkait, untuk bisa menyelenggarakan program dengan baik dan transparan.
"Jadi saya kira kalau ada temuan itu, segera perbaiki dan evaluasi jika memang ditemukan ketidak transparanan dalam pendaftaran online, dan lainnya. Komisi V memang belum dengar ada info itu, kita belum terima laporan dari dinas. Mungkin dinas sedang evaluasi di dalamnya," ucap Jaenudin.
Sebelumnya, Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengaku geram, lantaran penerimaan beasiswa program Jabar Future Leaders Scholarship (JFLS) 2024 tidak berjalan transparan.
Tidak menutup kemungkinan kata Bey Machmudin, para penerima beasiswa JFLS 2024 dapat dianulir bila ditemukan indikasi kecurangan.
"Kemarin kami evaluasi, jadi memang harus lebih transparan. Memang sudah pengumuman, tapi tidak menutup kemungkinan bisa dianulir atau tidak. Tapi kami melihat dalam prosesnya ada ketidaktransparanan," ujar Bey Machmudin.
Pihaknya juga sudah meminta Inspektorat Jabar dan PPNS Satpol PP bertindak melakukan penelusuran, mengevaluasi jalannya proses rekrutmen penerima beasiswa JFLS 2024 tersebut.
"Kami minta ke Inspektorat dan Satpol PP PPNS untuk mendalami lebih jauh. Bukan apa-apa, untuk perbaikan ke depan supaya yang mendapatkan itu betul-betul yang berprestasi atau membutuhkan," ucapnya.
Dia menekankan, setiap program pemerintah termasuk beasiswa JFLS harus transparan. Sehingga masyarakat mengetahui setiap alur APBD yang dikeluarkan Pemprov Jabar.
"Jangan sampai pembagian beasiswa itu tidak ada dasarnya. Jadi kami ingin transparan kepada masyarakat. Masyarakat tahu prosesnya, mulai tahap awal pendaftaran berapa yang daftar. Seleksi administrasi berapa yang gugur, terus dan pemilihan perguruan tinggi seperti apa. Itu semua transparan," imbuhnya.
Editor : Doni Ramdhani

