Konflik Yaman Makin Memanas, Lebih dari 145 Ribu Orang Mengungsi

Konflik Yaman memicu gelombang pengungsian. IOM mencatat 145.308 orang mengungsi di delapan wilayah, bertambah 15.870 orang dalam sepekan.

Konflik Yaman Makin Memanas, Lebih dari 145 Ribu Orang Mengungsi
istimewa

INILAHKORAN.ID - Konflik militer yang kembali memanas di Yaman memicu gelombang pengungsian baru. Lebih dari 145.000 orang kini tercatat mengungsi akibat eskalasi konflik di wilayah barat dan selatan negara tersebut.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mencatat sebanyak 145.308 orang atau sekitar 24.218 keluarga telah mengungsi di delapan wilayah Yaman sejak konflik meningkat di kawasan Pantai Barat pada Juni 2026.

Dalam sepekan terakhir, jumlah tersebut bertambah 15.870 orang, atau meningkat lebih dari 12 persen dibandingkan data pada 21 September 2026.

Kegubernuran Ta'iz menjadi wilayah dengan jumlah Pengungsi terbanyak. IOM mencatat sekitar 81.444 orang mengungsi di wilayah tersebut, atau lebih dari setengah total pengungsi yang tercatat secara nasional.

Selain Ta'iz, jumlah pengungsi juga tersebar di Lahj sebanyak 34.860 orang, Aden 12.456 orang, Al Hudaydah 8.244 orang, Abyan 5.568 orang, Hadramout 1.974 orang, Marib 750 orang, dan Al Mahrah 12 orang.

Aden tercatat mengalami peningkatan jumlah pengungsi paling tajam di luar Ta'iz. Dalam satu pekan, jumlah pengungsi di wilayah tersebut bertambah sekitar 3.510 orang atau hampir 40 persen.

IOM memperingatkan bahwa situasi keamanan yang masih tidak stabil berpotensi mendorong lebih banyak warga meninggalkan rumah mereka.

Kepala Misi IOM di Yaman, Abdusattor Esoev, mengatakan ribuan orang masih meninggalkan tempat tinggal mereka setiap pekan untuk mencari keselamatan.

Menurut IOM, keluarga yang mengungsi membutuhkan bantuan segera berupa tempat tinggal, makanan, dan perlindungan. Wilayah yang menjadi tempat penampungan juga membutuhkan dukungan tambahan karena harus menampung gelombang pengungsi baru.

Konflik di Yaman kembali meningkat setelah periode relatif tenang sejak gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2022 mengalami keruntuhan.

Dalam perkembangan terbaru, pasukan Houthi dilaporkan merebut sejumlah wilayah strategis di pesisir Laut Merah, termasuk kawasan Mokha dan wilayah yang mengarah ke Selat Bab el-Mandeb. Perkembangan tersebut turut meningkatkan tekanan terhadap kondisi kemanusiaan di Yaman.

PBB dan organisasi kemanusiaan terus menyerukan perlindungan terhadap warga sipil serta akses bantuan yang aman dan tidak terhambat bagi masyarakat terdampak konflik.***


Editor : JakaPermana