Koperasi Kudu Jadi Penghubung Rantai Ekonomi

Kementerian Koperasi mengatakan koperasi harus mampu menjadi penghubung rantai nilai ekonomi dari hulu hingga hilir, mulai dari petani, nelayan, hingga konsumen

Koperasi Kudu Jadi Penghubung Rantai Ekonomi
KOPERASI: Salah satu lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Koperasi didorong jadi penghubung rantai ekonomi.

INILAH, Jakarta- Kementerian Koperasi mengatakan koperasi harus mampu menjadi penghubung rantai nilai ekonomi dari hulu hingga hilir, mulai dari petani, nelayan, hingga konsumen.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi Destry Anna Sari mengatakan peran koperasi ke depan tidak lagi sebatas sebagai badan usaha atau lembaga simpan pinjam, tetapi sebagai penggerak ekosistem ekonomi yang terintegrasi.

“Koperasi menjadi penghubung antara petani, nelayan, usaha skala mikro kecil menengah, industri pengolahan, lembaga pembiayaan, pasar, dan konsumen,” ujar Destry dalam webinar yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Selasa (21/7).

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar dari sumber daya alam, sumber daya manusia, serta potensi ekonomi yang tersebar di berbagai daerah.

Namun, ia menilai potensi tersebut belum seluruhnya menghasilkan nilai tambah optimal karena masih terdapat persoalan keterhubungan antar rantai ekonomi.

Destry mengatakan pembangunan ekonomi tidak cukup hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga harus memastikan seluruh mata rantai ekonomi saling terkoneksi.

Ia menilai selama ini berbagai program pembangunan masih berjalan secara parsial. Ada pihak yang membangun produksi, gudang, gerai, maupun fasilitas pengolahan, tetapi belum seluruhnya terhubung dalam satu ekosistem ekonomi.

“Masyarakat tidak membutuhkan program yang berdiri sendiri. Masyarakat membutuhkan ekosistem yang mampu menciptakan nilai tambah dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Menurut Destry, pendekatan berbasis ekosistem tersebut menjadi salah satu arah pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang diarahkan tidak hanya sebagai lembaga ekonomi desa, tetapi sebagai simpul yang menghubungkan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

Melalui KDKMP, pemerintah mendorong koperasi desa dan kelurahan untuk berperan dalam memperkuat rantai pasok, termasuk menjadi offtaker atau penampung hasil produksi masyarakat, khususnya komoditas pertanian dan perikanan. (bsf)


Editor : Inilahkoran