"Tentunya kita mendukung Inpres nomor 7 tahun 2022, tentang penggunaan
kendaraan listrik ini. Minimal kepala daerahnya dahulu yang mulai menggunakan," kata
yana mulyana, Sabtu 12 November 2022.
Dikemukakan
yana mulyana, pihaknya telah mengajukan dan menganggarkan terkait pengadaan
kendaraan bermotor
listrik tersebut. Apabila semua berjalan lancar, mobil
listrik akan hadir di tahun depan.
"Ini kan Inpres. Saat ini kita ajukan, kita sampaikan alasannya untuk dianggarkan. Tetapi kelihatannya mobil
listrik ini untuk kepada daerah dahulu, mengingat anggarannya yang tidak murah," ucapnya.
Di lain sisi, Yana mengaku bahwa masih mempertimbangkan untuk beralih dari
kendaraan berbahan bakar fosil ke
kendaraan berbasis
baterai. Tingginya harga beli menjadi faktor utama.
"Kalau untuk penggunaan saya pribadi, antara iya dan tidak. Iyanya karena pasti mengurangi emisi karbon dan banyak keuntungan lainnya. Tapi di satu sisi, investasinya sangat mahal," ujar dia.
Selain nilai investasi yang mahal untuk saat ini, sarana dan prasarana
kendaraan bermotor
listrik di
Kota Bandung tidak lah mudah. Namun Yana berharap,
pendukung tersebut segera hadir secara masif.
"Lalu soal charging ini. Kan tidak gampang untuk situasi sekarang. Iya keterbatasan charging. Ini belum merata. Tetapi mudah-mudahan, dengan Inpres ini. PLN semakin masif membuat stasiun charging," tandasnya. *** (yogo triastopo)