Kota Bandung Siapkan Program Sirkular Sampah - Pangan Terintegrasi Mulai 2026
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan program sirkular yang mengintegrasikan pengelolaan sampah, dan ketahanan pangan secara menyeluruh mulai tahun ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan program sirkular yang mengintegrasikan pengelolaan sampah, dan ketahanan pangan secara menyeluruh mulai tahun ini.
Program itu akan mengolaborasikan tiga program utama yakni Kang Pisman, Buruan Sae dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) menjadi satu sistem berkelanjutan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, ketiga program tersebut sejatinya sudah berjalan namun masih bersifat sektoral dan belum terhubung secara utuh.
“Program sirkular ini, direncanakan mulai dikembangkan secara terintegrasi pada tahun 2026. Saat ini tiga program utamanya sudah berjalan, tetapi masih terpisah. Harapan pak wali kota adalah mengolaborasikan ketiganya menjadi satu sistem sirkular,” kata Gin Gin Ginajar pada Senin 12 Januari 2026.
Dalam skema tersebut, sampah organik yang dikelola melalui Program Kang Pisman dimanfaatkan menjadi kompos, pupuk maupun maggot. Hasil pengolahan sampah ini, kemudian digunakan Program Buruan Sae untuk mendukung kegiatan urban farming dan pengembangan ternak.
“Sampah dari Kang Pisman bisa menjadi kompos, pupuk atau maggot. Pupuknya dimanfaatkan untuk tanaman Buruan Sae agar lebih subur. Sementara maggot digunakan sebagai pakan ternak seperti ayam, dan ikan,” ucapnya.
Hasil pertanian dan peternakan dari Buruan Sae, selanjutnya dimanfaatkan oleh Dapur DASHAT yang dikelola Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB).
Dapur DASHAT tersebar di berbagai wilayah, dan melibatkan ibu-ibu setempat untuk mengolah pangan bergizi bagi balita serta kelompok berisiko stunting.
“Dapur DASHAT ini melibatkan masyarakat, khususnya ibu-ibu dengan pendampingan dari Dinas Kesehatan, puskesmas, posyandu hingga Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan,” ujar dia.
Menariknya, sisa atau limbah dari dapur tersebut kembali diolah melalui Kang Pisman sehingga membentuk siklus berkelanjutan.
Menurut Gin Gin, sistem ini diharapkan menjadi inovasi baru Kota Bandung dalam menyelesaikan persoalan sampah sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
“Dengan alur seperti ini, terbentuk sistem sirkular yang ideal antara Kang Pisman, Buruan Sae dan Dapur DASHAT. Ini bukan hanya soal sampah, tetapi juga soal pangan dan kesehatan masyarakat,” tandasnya. ***
Editor : JakaPermana

