Kota Bandung Waspadai Lonjakan Kasus Demam Berdarah 2026-2028

Kota Bandung memasuki periode rawan bencana, dan salah satu risiko kesehatan yang menjadi perhatian pemerintah kota adalah potensi peningkatan kasus demam berdarah dengue atau DBD pada 2026 hingga 2028.

Kota Bandung Waspadai Lonjakan Kasus Demam Berdarah 2026-2028
Kota Bandung memasuki periode rawan bencana, dan salah satu risiko kesehatan yang menjadi perhatian pemerintah kota adalah potensi peningkatan kasus demam berdarah dengue atau DBD pada 2026 hingga 2028.

INILAHKORAN.ID - Kota Bandung memasuki periode rawan bencana, dan salah satu risiko kesehatan yang menjadi perhatian pemerintah kota adalah potensi peningkatan kasus demam berdarah dengue atau DBD pada 2026 hingga 2028.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada meski sepanjang 2025, tidak ada korban jiwa akibat virus dengue yang ditularkan kepada manusia melalui nyamuk aedes aegypti.

"Meski tahun ini tidak ada korban jiwa, siklus tiga tahunan DBD membuat kita harus siap menghadapi lonjakan kasus pada tahun-tahun mendatang," kata Farhan pada Jumat 12 Desember 2025.

Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan petugas di lapangan, dan peran aktif warga. Jika seseorang mengalami demam yang tidak turun dalam 24 jam, segera periksakan ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Kami meminta seluruh personel kesehatan, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Jangan menunda pemeriksaan karena pencegahan lebih baik daripada penanganan," ucapnya.

Selain DBD sambung ia, pemerintah kota juga menghadapi risiko bencana lain seperti longsor, kebakaran permukiman padat, rumah roboh dan penumpukan sampah. Hujan dengan intensitas tinggi beberapa pekan terakhir membuat wilayah utara, barat hingga timur Bandung berisiko tinggi.

"Kami terus meningkatkan koordinasi antara Polsek, Koramil, unsur kewilayahan dan relawan memantau permukiman dengan risiko tinggi. Dengan kesiapsiagaan yang maksimal, kami berharap risiko kesehatan dan keselamatan warga dapat diminimalkan. Termasuk potensi lonjakan kasus DBD pada siklus tiga tahunan yang akan datang," ujar dia.***


Editor : JakaPermana