Kota Cimahi Punya Target Jadi Laboratorium Smart City Nasional

Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira saat melakukan evaluasi kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi.

 Kota Cimahi Punya Target Jadi Laboratorium Smart City Nasional
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira saat melakukan evaluasi kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Cimahi./INILAHKORAN-Agus Satia Negara

INILAHKORAN.ID – Pembangunan Kota CImahi ke depan bakal diarahkan pada prinsip keterbukaan informasi dan kolaborasi lintas sektor, dengan target menjadikan kota yang memiliki luas wilayah hanya 42 km² ini sebagai laboratorium kota pintar (smart city) tingkat nasional. 

Hal ini ditegaskan Wakil Wali Kota CImahi Adhitia Yudisthira saat melakukan evaluasi kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota CImahi.
 
Adhitia mengapresiasi capaian Diskominfo yang telah berhasil membangun infrastruktur digital yang kokoh, antara lain dengan mengintegrasikan 144 aplikasi layanan pemerintahan ke dalam sistem single sign-on melalui aplikasi Lapakami dan Poladkami. 

"Selain itu, kanal komunikasi publik seperti layanan darurat 112 dan WhatsApp Mantap juga telah berperan sebagai jembatan komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat," kata Adhitia, Sabtu 7 Maret 2026.
 
Namun demikian, Adhitia menilai, potensi infrastruktur digital tersebut belum akan memberikan dampak maksimal tanpa sistem distribusi informasi yang efektif dan masif. 

“Apa yang sudah dilakukan oleh Wali Kota dan pemerintah kota harus benar-benar sampai ke masyarakat luas dengan akurat dan berkelanjutan," ujarnya.

"Pada saat yang sama, kita juga harus bersama-sama memerangi hoaks sebagai musuh utama di era digital ini,” imbuhnya.
 
Dengan kondisi tiga kecamatan dan 15 kelurahan yang dimilikinya, Adhitia menyebut, Cimahi memiliki keunggulan untuk menjadi model smart city. 

Bahkan, ia juga mendorong penguatan peran Command Center sebagai pusat koordinasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang melibatkan berbagai sektor terkait.
 
Kepala Diskominfo Kota CImahi Ahmad Saefulloh menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan lima isu strategis untuk periode 2025–2029. 

“Fokus utama kita mencakup optimalisasi implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), penguatan keterbukaan informasi publik melalui peningkatan kualitas, akurasi, dan transparansi, serta optimalisasi penyelenggaraan keamanan persandian untuk menjaga keamanan informasi,” ungkapnya.
 
Tak cuma itu, dua fokus lainnya yakni penguatan layanan statistik sektoral yang akurat dan dapat diandalkan sesuai prinsip Satu Data Indonesia.

"Termasuk peningkatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan partisipatif," tukasnya. ***
 


Editor : JakaPermana