Lahan Produktif di KBB Berpotensi Sokong Perekonomian, Hengki Kurniawan Minta Warga Tak Dijual
Hamparan lahan produktif di KBB berpotensi sokong perekonomian masyarakat di bidang pertanian terus digaungkan. Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan mengatakan itu sebagai upaya penguatan ketahanan pangan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Hamparan lahan produktif di KBB berpotensi sokong perekonomian masyarakat di bidang pertanian terus digaungkan. Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan mengatakan itu sebagai upaya penguatan ketahanan pangan.
Kendati demikian, upaya yang digaungkan Hengki Kurniawan tersebut masih belum mendapat respons positif dari sebagian besar masyarakat. Sebab, lahan produktif di KBB berpotensi sokong perekonomian itu tak sedikit yang dijual pemiliknya.
Melihat kondisi tersebut, Hengki Kurniawan mengingatkan warga untuk tidak menjual lahan produktif di KBB berpotensi sokong perekonomian. Menurutnya, lahan tersebut merupakan aset masa depan di bidang pertanian.
"Lahan produktif yang dimiliki warga saat ini seyogyanya diperuntukkan untuk kepentingan produksi pangan karena lahan produktif di KBB berpotensi sokong perekonomian," kata Hengki Kurniawan, Selasa 4 Juli 2023.
Dia menyebut, lahan produktif yang dimiliki warga tentunya harus dijaga dan dipertahankan untuk peningkatan ekonomi.
"Apalagi lahan pertanian produktif jangan dijual, agar pangan di Bandung Barat tercukupi,” sebutnya.
Tak hanya itu, sambung Hengki, lahan yang ada di KBB harus dioptimalkan untuk kepentingan produksi pangan lokal.
“Saat ini masyarakat masih begitu mudah menjual tanah produktif kepada pengembang. Jadi jangan tergiur," ujarnya.
"Kalau lahan itu dikelola dengan baik memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat menopang ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Hengki menuturkan, pihaknya saat ini tengah berupaya maksimal agar hasil pertanian di KBB optimal. Sehingga, upaya pencegahan pengalihan fungsi lahan berjalan lancar.
“Kalau lama-kelamaan dijual, nanti KBB impor terus pangannya. Tentu ini akan mengancam sumber daya lahan pertanian," ucapnya.
"Karena itu saya mengimbau agar masyarakat tidak menjual lahan produktifnya ke pengembang,” ujarnya.
Terpisah, salah seorang petani, Asep mengaku dirinya saat ini masih mempertahankan lahan yang dimilikinya untuk bertani.
“Secara turun temurun saya merupakan seorang petani. Oleh karena itu, saat ini masih belum kepikiran untuk menjual tanah,” tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

