Langkah Baru Menuju PWI Jabar Istimewa

TANTAN Sulthon Bukhawan memaparkan visi kepemimpinannya. Dia membawa lima program unggulan untuk PWI Jabar.

Langkah Baru Menuju PWI Jabar Istimewa
PAPARKAN PROGRAM: Calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2027–2031 yang juga Pemimpin Redaksi InilahKoran Tantan Sulthon Bukhawan saat berdiskusi dengan jajaran PWI Kota Bogor, Senin (3/8).

Oleh: Rizki Mauludi

Ruang pertemuan Sekretariat PWI Kota Bogor di Jalan Tirto Adhi Soerjo, Kecamatan Tanah Sareal, Senin (3/8) menjadi ruang bertukar gagasan tentang masa depan organisasi wartawan terbesar di Indonesia.

Calon Ketua PWI Jawa Barat periode 2027–2031, yang juga Pemimpin Redaksi InilahKoran, Tantan Sulthon Bukhawan, datang membawa visi besar bertajuk “PWI Jabar Istimewa”.

Sebuah gagasan yang dia rumuskan dengan semangat menjadikan wartawan semakin kompeten, organisasi semakin kuat, serta anggota semakin maju dan sejahtera.

Dalam kunjungannya itu, Tantan berdialog dengan jajaran PWI Kota Bogor. Dia menyampaikan sejumlah program yang menjadi pijakannya apabila dipercaya memimpin PWI Jawa Barat untuk periode mendatang.

Menurut Tantan, perubahan zaman menuntut wartawan tidak hanya menguasai kemampuan jurnalistik konvensional, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Pertama, mencetak wartawan multimedia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi melalui penguatan kompetensi di bidang kecerdasan buatan (AI), video, podcast, media sosial, dan jurnalisme digital,” kata Tantan.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari lima program unggulan yang dia tawarkan. Program kedua yakni menyediakan 1.000 kuota Uji Kompetensi Wartawan (UKW) gratis, disertai pelatihan peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi anggota PWI Jawa Barat.

Tak berhenti pada peningkatan kapasitas, Tantan juga ingin menghadirkan rasa aman bagi wartawan melalui penguatan perlindungan profesi. Salah satunya dengan mendorong kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan serta berbagai program perlindungan bagi anggota PWI.

“Program keempat adalah membangun kemitraan strategis dengan pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, dunia usaha, serta berbagai komunitas guna memperkuat organisasi sekaligus memperluas peluang pengembangan profesi wartawan,” tutur Tantan.

Sementara program kelima yang menjadi salah satu gagasan utamanya adalah menghadirkan PWI Creative Hub. Konsep ini menjadikan kantor PWI di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota bukan sekadar tempat administrasi organisasi, tetapi rumah bersama bagi insan pers.

Tempat tersebut diharapkan menjadi pusat pelatihan, ruang kolaborasi, sekaligus wadah kreativitas wartawan dalam mengembangkan profesinya. (gin)


Editor : Inilahkoran