Menyambung Asa Menembus Pegunungan Jabar
RENCANA Tol Bocimi hingga Padalarang memasuki babak baru. Proyek strategis itu diharapkan memperkuat konektivitas Jawa Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Yuliantono
Jalur yang selama ini hanya tergambar dalam peta perencanaan kini mulai menemukan titik terang. Harapan menghubungkan Bogor, Sukabumi, Cianjur, hingga Bandung Raya melalui satu ruas jalan tol kembali menguat setelah pemerintah memberikan sinyal percepatan pembangunan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) hingga Padalarang.
Proyek senilai Rp7,7 triliun yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) itu diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung konektivitas baru di Jawa Barat.
Kehadirannya diyakini akan memangkas waktu tempuh, memperlancar distribusi logistik, sekaligus membuka peluang tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang koridor yang dilalui.
Di balik besarnya harapan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan perannya lebih banyak berada pada tahapan pendukung.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan seluruh aspek teknis pembangunan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum. "Sebaiknya konfirmasi teknis ke Kementerian PU," ujar Herman, Senin (3/8).
Menurutnya, Pemprov Jabar lebih berfokus pada penetapan lokasi dan proses pengadaan lahan, dua tahapan penting yang menjadi fondasi sebelum pembangunan fisik dimulai.
"Pembebasan lahannya kemungkinan diusulkan ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), karena termasuk sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN)," ucapnya.
Tak hanya mengandalkan anggaran negara, pembangunan ruas tol ini juga disiapkan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Skema tersebut diharapkan mampu menarik investasi swasta sehingga percepatan pembangunan dapat berjalan lebih optimal. "Untuk pelaksanaannya menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU)," katanya.
Lampu hijau pembangunan Tol Bocimi-Padalarang tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025. Regulasi itu menempatkan proyek tersebut sebagai PSN yang harus dipercepat, sekaligus mewajibkan adanya evaluasi apabila pelaksanaan proyek menyimpang dari target waktu yang telah ditetapkan.
Bagi Jawa Barat, jalan tol ini bukan sekadar menambah panjang jaringan infrastruktur. Kehadirannya diperkirakan akan mengubah pola mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas antardaerah, mempercepat arus barang, serta membuka akses investasi ke wilayah yang selama ini belum terhubung secara optimal dengan jaringan jalan tol nasional.
Dengan nilai investasi mencapai Rp7,7 triliun, Tol Bocimi-Padalarang diharapkan menjadi salah satu penggerak baru pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, sekaligus memperkuat daya saing kawasan dalam jangka panjang. (gin)
Editor : Inilahkoran


