Langkah Muda di Tengah Misi Kemanusiaan

KETIKA bencana datang, mahasiswa tak hanya belajar di kampus. Mereka turun langsung, membawa kepedulian dan keterampilan untuk menolong.

Langkah Muda di Tengah Misi Kemanusiaan
EVAKUASI KORBAN: Anggota KSR PMI Unit ULM bersama tim SAR gabungan saat bersiaga di Pelabuhan Trisakti Banarmasin dalam proses evakuasi korban Kapal Virgo. Mereka terlibat dalam proses pertolongan pertama, evakuasi korban, hingga pendataan korban.

Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menjadi salah satu titik kesibukan dalam proses penanganan korban Kapal Virgo Transport 8.

Di tengah aktivitas evakuasi, sejumlah mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ikut berdiri bersama para relawan, membawa keterampilan yang mereka miliki untuk membantu sesama.

Mahasiswa yang tergabung dalam Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit ULM itu telah berada di pelabuhan sejak Minggu (3/9). Mereka bersiaga bersama relawan lainnya, menunggu arahan dan kebutuhan di lapangan.

Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri mengatakan keterlibatan mahasiswa merupakan bagian dari kontribusi kampus dalam membantu penanganan korban dalam situasi darurat.

“Mahasiswa kita sudah berada di pelabuhan sejak hari Minggu (3/9). Sampai sekarang masih bersiaga bergabung dengan para relawan lainnya,” kata Ahmad di Banjarmasin, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (16/9).

Bekal keterampilan pertolongan pertama menjadi salah satu modal mahasiswa ketika berada di tengah operasi. Anggota KSR PMI Unit ULM membantu proses pertolongan pertama, evakuasi, hingga pendataan korban sesuai pembagian tugas yang diberikan tim di lapangan.

Setiap korban yang dievakuasi dari kapal diarahkan menuju ruang kesehatan sementara. Di titik itulah para mahasiswa kembali mengambil peran, membantu sesuai kemampuan dan arahan dari tim operasi SAR.

Bagi Hafiz Abdillah, salah seorang anggota KSR PMI Unit ULM, keterlibatan dalam operasi tersebut bukan sekadar menjalankan tugas organisasi. Ada komitmen kemanusiaan yang membuat mereka hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

“Jadi ketika ada kegiatan seperti ini, kami ikut membantu sesuai dengan kemampuan dan arahan dari tim di lapangan,” ujar mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ULM tersebut.

Sebelum menjalankan tugas, anggota KSR terlebih dahulu menerima arahan dari ketua operasi SAR mengenai alur pengevakuasian korban. Arahan tersebut menjadi pedoman agar setiap proses berlangsung terkoordinasi dan sesuai kebutuhan di lapangan. (gin)


Editor : Inilahkoran