Pemprov Siapkan Jalur Baru: Beban Berat Jalan Sekarat
LALU lintas truk berat meninggalkan jejak panjang di Jalan Badami-Loji. Pemerintah kini mencari jalan keluar yang lebih permanen.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Yuliantono
Bertahun-tahun Jalan Badami-Loji menjadi urat nadi yang menghubungkan aktivitas industri dan mobilitas masyarakat di Karawang. Namun, jalan itu juga harus menerima beban berat dari lalu lalang kendaraan pengangkut semen dan material tambang.
Beban yang terus datang membuat persoalan kerusakan jalan kembali mencuat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini mulai menyiapkan jalan keluar yang diharapkan tidak sekadar menjadi perbaikan sementara.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai persoalan Jalan Badami-Loji tidak bisa hanya dilihat sebagai akibat aktivitas perusahaan. Menurut dia, ada persoalan lebih mendasar dalam perencanaan pembangunan, terutama ketika aktivitas industri tidak diikuti kesiapan infrastruktur.
Hal itu disampaikan Dedi dalam pertemuan bersama Bupati Karawang Aep Syaepuloh, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, serta manajemen PT Jui Shin Indonesia di Kawasan Industri MM2100, Bekasi, Rabu (16/9).
“Pabrik semennya itu sebenarnya ada di Bekasi. Harusnya yang bertanggung jawab jalan itu Bekasi. Bikin pabrik semen, nggak disiapin jalannya. Ini salah,” ujar Dedi.
Menurutnya, keberadaan industri dengan kendaraan angkut berkapasitas besar semestinya sejak awal diiringi pembangunan jalan yang memiliki daya dukung sesuai kebutuhan. Dia bahkan menilai persoalan tersebut tidak sepenuhnya dapat dibebankan kepada perusahaan.
“Yang salah itu menurut saya bukan perusahaan. Yang salah adalah pemerintah yang memberikan izin, memberikan izin pabrik semen tapi tidak membuat jalan yang kualifikasinya untuk dilewati mobil 40 ton,” ucapnya.
Kini, pemerintah mencoba mencari jalan keluar dari persoalan tersebut. Pemprov Jabar menyiapkan dua alternatif untuk mengakhiri persoalan yang telah berlangsung cukup lama.
Pilihan pertama adalah membuka akses baru melalui wilayah Kabupaten Bekasi. Jalan tersebut nantinya diarahkan menjadi jalur khusus kendaraan industri sehingga kendaraan berat tidak lagi menggunakan ruas yang juga menjadi akses masyarakat.
Pilihan kedua adalah meningkatkan kualitas Jalan Badami-Loji hingga memiliki standar setara jalan nasional. Dalam skema tersebut, PT Jui Shin Indonesia akan bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas jalan.
“Jadi kita akan melakukan dua opsi. Opsi yang pertama dibangun jalan melalui Kabupaten Bekasi. Opsi yang kedua adalah jalannya ditingkatkan kualitasnya setara jalan nasional. Dan nanti yang bertanggung jawab adalah PT Jui Shin,” katanya.
Rencana tersebut juga dilengkapi pembangunan jembatan baru yang diperuntukkan bagi kendaraan industri. Jalur itu akan terhubung melalui kawasan Tarum Barat. Dengan pemisahan akses tersebut, truk berukuran besar diharapkan tidak lagi berbagi ruang dengan kendaraan masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertanggung jawab membangun jembatan yang satu lagi. Dari jembatan yang ada lewat Tarum Barat, khusus untuk dilewati oleh mobil industri,” kata Dedi.
Pemisahan jalur diharapkan menjadi titik temu antara kebutuhan industri dan kepentingan masyarakat. Industri tetap dapat bergerak, sementara infrastruktur publik tidak terus-menerus menerima beban kendaraan dengan kapasitas angkut tinggi. (gin)
Editor : Inilahkoran

