Menjemput Asa Kerja dari Layar Ponsel

LAYAR ponsel berubah menjadi ruang pencarian kerja. Live Bursa Kerja diserbu ratusan ribu akun TikTok.

Menjemput Asa Kerja dari Layar Ponsel
BURSA KERJA: Kanal TikTok Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang menayangkan layanan Live Bursa Kerja, diserbu warganet. Program perdana yang digelar di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi mencatat interaksi tinggi.

Bagi pencari kerja, informasi tentang lowongan sering kali terasa seperti pintu yang sulit ditemukan. Ada perusahaan yang membutuhkan tenaga baru, sementara di sisi lain ada ribuan orang yang terus mencari kesempatan.

Kini, pencarian itu mulai menemukan ruang baru. Bukan di gedung pameran atau papan pengumuman, melainkan di layar ponsel.

Kanal TikTok Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi ruang pertemuan antara perusahaan dan pencari kerja melalui layanan Live Bursa Kerja. Program perdana yang digelar di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Rabu (16/9), langsung mendapat perhatian besar dari warganet.

Siaran selama 36 menit tersebut diikuti hingga akhir oleh 268,5 ribu akun TikTok. Interaksinya bahkan mencapai satu juta tanda suka melalui tap layar, sementara kolom komentar dipenuhi 14,6 ribu komentar.

“Yang suka itu ada 1 juta pemilik akun tap layar, yang mengikuti tayangan sampai akhir ada 268,5 ribu, yang memberi komentar 14,6 ribu dimana durasi live mencapai 36 menit,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar Adi Komar dalam keterangannya.

Tingginya interaksi itu tidak hanya menghasilkan angka di layar. Di balik ribuan komentar dan jutaan tap, ada informasi pekerjaan yang benar-benar ditawarkan.

Sebanyak 15 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bekasi ikut membuka informasi lowongan melalui siaran tersebut. Total terdapat 299 posisi pekerjaan yang ditawarkan.

Kegiatan itu dihadiri Dedi Mulyadi bersama Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja serta sejumlah pimpinan HRD perusahaan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Dedi Taufik mengatakan seluruh perusahaan yang mengikuti bursa kerja tersebut berada di Kabupaten Bekasi.

“Ada 15 perusahaan yang memposting lowongan kerja di acara bursa kerja live Pak Gubernur, seluruhnya perusahaan berada di Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.

Bagi pemerintah daerah, model ini menjadi salah satu cara untuk menjawab persoalan klasik pencari kerja: sulitnya mendapatkan informasi yang jelas mengenai perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga.

Dedi Mulyadi mengatakan Live Bursa Kerja tidak akan berhenti di Kabupaten Bekasi. Layanan tersebut direncanakan berlangsung setiap pekan dengan lokasi yang berpindah-pindah ke berbagai wilayah Jawa Barat.

Menurutnya, keterbukaan informasi mengenai lowongan kerja menjadi hal penting karena masih ada perusahaan yang belum menyampaikan kebutuhan tenaga kerja secara terbuka kepada masyarakat.

“Info lowongan kerja selalu ditanyakan. Banyak perusahaan yang tidak mau terbuka terhadap lowongan kerja di perusahaannya,” ucap Dedi.

(yuliantono/gin)


Editor : Inilahkoran