Delapan Gempa Guncang Bandung
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Pagi di Bandung Selatan mendadak terasa berbeda. Tanah bergetar, rumah ikut berguncang, dan sebagian warga sempat merasakan getaran yang datang dari bawah permukaan.
Bukan sekali. Dalam waktu kurang dari tiga jam, aktivitas kegempaan tercatat berulang di kawasan Kabupaten Bandung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya delapan kejadian gempa bumi sejak pukul 06.10 WIB, Rabu (16/9).
Guncangan yang paling terasa terjadi pukul 08.11.31 WIB. Berdasarkan analisis terbaru BMKG, gempa tersebut berkekuatan magnitudo 3,0 dengan episenter berada di darat, sekitar 27 kilometer tenggara Kabupaten Bandung, pada kedalaman enam kilometer.
Kedalaman yang relatif dangkal membuat getaran lebih mudah dirasakan masyarakat di sekitar episenter.
Plt Kepala BBMKG Wilayah II Ana Oktavia Setiowati mengatakan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas sesar aktif di wilayah Bandung Selatan.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” kata Ana dalam keterangan resmi BMKG, Rabu (16/9).
Getaran dirasakan warga di Kecamatan Pangalengan dan Kertasari. Pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI), guncangan mencapai level III MMI. Pada tingkat tersebut, getaran dapat terasa nyata di dalam rumah dan dirasakan seperti kendaraan berat yang melintas.
Pagi yang semula berjalan seperti biasa pun sempat diselingi rasa waspada. Namun, hingga berita ini diturunkan, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat rangkaian gempa tersebut.
Aktivitas bumi juga belum sepenuhnya berhenti. Hasil pemantauan BMKG hingga pukul 08.50 WIB menunjukkan delapan kejadian gempa tercatat di wilayah Bandung dan sekitarnya. Seluruh kejadian itu berlangsung dalam rentang waktu kurang dari tiga jam.
Rangkaian aktivitas tersebut menjadi pengingat bahwa kawasan Bandung Selatan berada di wilayah yang memiliki aktivitas seismik.
Meski begitu, masyarakat diminta tidak bereaksi berlebihan terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. BMKG mengimbau warga tetap tenang sembari mengikuti perkembangan melalui informasi resmi.
(yuliantono/gin)
Editor : Inilahkoran

