Lelah Berbuah Sejarah

PERSIB jadi tim pertama Indonesia yang berhasil menang di markas klub asal Korea Selatan. Rasa lelah terbayarkan sejarah indah.

Lelah Berbuah Sejarah

Oleh: Muhammad Ginanjar

Rabu (16/9) sore WIB di Seoul World Cup Stadium, Igor Tolic tampak kesulitan meredam emosi.Gurat lelah setelah menempuh perjalanan panjang di udara sirna berganti dengan senyum semringah.

Ketika peluit panjang dibunyikan wasit, Tolic memeluk satu per satu para penggawa Maung Bandung. Sesekali dia menatap papan skor sembari tersenyum kecil seolah tak percaya tim asuhannya baru saja menaklukkan raksasa Korsel, FC Seoul 1-0.

Gol kilat Julio Cesar pada menit ke-5 memang menjadi penentu dalam laga perdana Grup E AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027 itu.

Namun, di balik satu gol, ada cerita tentang tubuh-tubuh yang dipaksa melampaui batas. Hanya empat hari sebelum laga melelahkan ini, para pemain harus menguras energi dalam duel panas melawan Persija Jakarta.

Tanpa jeda untuk sekadar meluruskan kaki di rumah, esok harinya mereka langsung terbang ke Korea Selatan.

”Kami harus melihat siapa yang sehat dan siapa yang tidak.

Dari sana, kami merabaraba taktik yang pas untuk laga ini,” ujarnya.

Igor tahu persis, permainan timnya malam itu jauh dari kata cantik. Di babak pertama, mereka beruntung karena FC Seoul tidak turun dengan kekuatan penuh. Namun di babak kedua, saat tuan rumah mulai mengamuk, di sanalah mental ”Maung Bandung” diuji.

Pertandingan nyaris berjalan di setengah lapangan saja. Area pertahanan Persib digempur habis. Penguasaan bola tuan rumah mencapai 60 persen dengan 12 percobaan yang dilakukan. Beruntung, Teja Paku Alam tampil impresif dengan mencatatkan 6 penyelamatan gemilang.

”Tentu saja tidak indah.

Tapi di babak kedua, kami bertarung layaknya singa. Dan memang begitulah cara untuk menang di sini,” tuturnya bangga.

Bagi pelatih asal Kroasia ini, kemenangan di markas FC Seoul bukan sekadar tiga poin. Ini adalah sebuah torehan yang mungkin akan diceritakan bertahun-tahun ke depan.

”Saya pikir ini pertama kalinya—saya tidak tahu pasti apakah ada sebelumnya—tapi ini pertama kalinya tim Indonesia menang di Korea. Ini hal yang sangat besar bagi kami, bagi negara, dan bagi klub ini,” tegasnya.

Bagi Igor, malam di Seoul ini adalah bukti sahih dari sebuah proses. Persib sedang bertumbuh, dan para pemainnya belajar menjadi dewasa di setiap detiknya.

Kemenangan bersejarah ini adalah hadiah terindah untuk tetesan keringat dan pengorbanan mereka.

”Pada akhirnya, sepak bola memberi kami imbalan setimpal. Tiga poin ini adalah awal yang manis di ACL Two,” ungkapnya.

Pahlawan Tumbang Di balik sukacita dari tribun penonton yang disesakki 1000 lebih Bobotoh, rasa waswas mendatangi bench cadangan Persib. Sang pahlawan Julio Cesar terkapar.

Pencetak gol tunggal dalam laga itu harus dilarikan ke rumah sakit setelah terlibat benturan horor dengan kiper lawan, Kang Heyonmu pada menit ke-53.

”Perasaan saya campur aduk. Bahagia karena kami menang, tapi di sisi lain kami sangat sedih karena tidak tahu apa yang sedang terjadi pada Julio,” ungkap Igor.

Pelatih berusia 48 tahun asal Kroasia itu, mengenang momen mencekam saat bek tengah andalannya terjatuh dan memegangi lehernya.

Pemandangan Julio yang tak berdaya saat ditandu keluar lapangan meninggalkan kecemasan hebat di hati sang pelatih.

”Saya pikir dia sudah di rumah sakit sekarang untuk memastikan apakah lehernya patah atau ada cedera serius lainnya. Kondisinya tadi terlihat sangat tidak baik,” kata Igor Kini, di balik raihan tiga poin penting di tanah Korea, seluruh penggawa Persib hanya bisa terpaku menunggu kabar dari ruang medis.

”Dia sudah ditangani dokter di rumah sakit dan kami sedang menunggu hasilnya.

Kami berharap segera mendapat kabar baik dalam waktu dekat,” tutup Igor penuh harap. (bsf )

FC SEOUL 0-1 PERSIB Waktu: Rabu (16/9) ; Kick Off Pukul 17.00 WIB Tempat: Seoul World Cup Stadium, Seoul Wasit: F Al Balawi Man of the Match: Teja Paku Alam Pencetak Gol: FC Seoul (-) ; Persib (Julio Cesar 5') Kartu Kuning: FC Seoul (Jung Ha-win, Son J) ; Persib (Adam Alis, Kakang) Kartu Merah: -

STATISTIK FC Seoul*Stats*Persib 12*tembakan*5 6*on goal*2 19*pelanggaran*7 2*Kartu Kuning*2 1*Offside*3 6*Corners*4 60%*Possessions*40%

SUSUNAN PEMAIN FC Seoul (4-4-2) Kang (GK) Shin, Lee Han, Lee Sang, Ahn (B) Jeong, Kim, Ko, Park (T) Ruiz, Cheon (D) Pelatih: Jung Ha-won

Persib (5-3-2) Teja (GK) Kakang, Cesar, Matricardi, Mutombo, Reijnders (B) Alis, Klok, Ragnar (T) Menalo, Sekulic (D) Pelatih: Igor Tolic

FAKTA-FAKTA Tim Pertama Persib satu-satunya tim Indonesia yang menang di Stadion milik klub asal Korsel.

Kutukan 32 Tahun Persib memutus rentetan 10 kekalahan beruntun klub Indonesia di Korsel sejak 1994

Dendam Indonesia  Pada tahun 2009 silam di ajang Liga Champions Asia, wakil Indonesia Sriwijaya FC dihajar FC Seoul di stadion yang sama

Magis Teja Teja tercatat melakukan minimal 5 hingga 6 penyelamatan krusial di tengah gempuran pemain FC Seoul 


Editor : Inilahkoran