Lantik 720 ASN di Lapangan Bola Pelosok Bogor, Dedi Mulyadi Kirim Pesan Keras
Gubernur Dedi Mulyadi kembali menghadirkan cara tak lazim dalam menjalankan roda pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gubernur Dedi Mulyadi kembali menghadirkan cara tak lazim dalam menjalankan roda pemerintahan. Sebanyak 720 aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi diangkat dan diambil sumpah jabatannya bukan di gedung pemerintahan atau hotel mewah, melainkan di lapangan sepak bola Desa Sukawangi, Kabupaten Bogor, Senin (15/6/2026).
Pemilihan lokasi di kawasan pedesaan yang relatif jauh dari pusat pemerintahan dilakukannya, karena ingin menanamkan kesadaran, bahwa tugas ASN tidak berhenti pada urusan administrasi, melainkan harus hadir langsung menyelesaikan persoalan masyarakat hingga ke pelosok.
Pengangkatan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor KEP.259-KPG.02-PPIK-2026 tentang Pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil Menjadi Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.
Di hadapan ratusan ASN yang baru diambil sumpahnya, Dedi menegaskan bahwa Jawa Barat tidak hanya identik dengan Gedung Sate atau kawasan perkotaan. ASN harus memahami karakter wilayah, potensi daerah, serta kebutuhan masyarakat yang tersebar di berbagai pelosok.
"Kenapa saya ngajak di sini? Pertama pemahaman tentang Jabar jangan hanya seputar Gedung Sate karena Jabar itu luas. Yang kedua agar mengerti tentang potensi dan tata letak wilayah Jabar," ujarnya.
Ia menilai, kawasan Sukawangi menyimpan potensi ekonomi besar yang selama ini belum tergarap maksimal. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, wilayah tersebut diyakini mampu menjadi kawasan wisata unggulan yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sebab itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana meningkatkan konektivitas jalan yang menghubungkan kawasan tersebut dengan sejumlah daerah strategis seperti Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bandung Barat hingga Cianjur.
"Pemerintah akan berupaya membangun jalan yang bagus untuk menghubungkan kawasan ini, Bogor terhubung dengan Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bandung Barat hingga Cianjur. Jika jalannya sudah dibangun dengan baik, dengan landscape alamnya sangat luar biasa untuk wisata, maka perekonomian masyarakat akan membaik," katanya.
Namun di balik rencana pembangunan tersebut, Dedi mengingatkan masyarakat agar tidak tergoda menjual tanah kepada pihak luar daerah. Menurutnya, nilai ekonomi yang tumbuh harus dinikmati oleh warga setempat tanpa mengorbankan kelestarian alam dan kawasan hutan.
Dalam kesempatan itu, Dedi juga melontarkan kritik terhadap pola kerja birokrasi yang terlalu berorientasi pada pekerjaan administratif. Ia menginginkan ASN menjadi agen perubahan yang aktif turun ke lapangan dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal.
Menurutnya, masih banyak persoalan mendasar di pedesaan yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari kondisi sekolah hingga fasilitas kesehatan yang belum memadai.
Ia menegaskan bahwa setiap rupiah pajak yang dibayarkan masyarakat harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan yang nyata dan dirasakan langsung.
"Nah ini yang harus menjadi kesadaran kolektif. Maka kita memasuki birokrat era baru yaitu birokrat bekerja cepat," tegasnya. ***
Editor : JakaPermana

